Latar Belakang: Bullying masih menjadi perilaku yang sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Khususnya di institusi pendidikan dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Perilaku ini dilakukan secara sadar maupun tidak sadar yang akan berpengaruh negatif pada kesehatan jiwa pelaku maupun korbannya. Peningkatan pemahaman tentang pengetahuan, sikap dan kemampuan mencegah bullying harus selalu menjadi materi sosialisasi oleh profesional kesehatan jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan dengan sikap proaktif mahasiswa mencegah perilaku bullying.Metode: Pendekatan kuantitatif analitik korelasi secara cross sectional. Sampel berjumlah 56 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen data berupa kuesioner online, data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Penelitian dilakukan di Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung. Hasil: Penelitian menunjukkan; Tingkat pengetahuan tinggi 52 responden (93%), tingkat pengetahuan sedang 2 responden (3,5%) dan tingkat pengetahuan rendah 2 responden (3,5 %). Sikap proaktif anti bullying tinggi 45 responden (80%), sikap proaktif anti bullying sedang 8 responden (14%) dan sikap proaktif anti bullying rendah 3 responden (5%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,792, nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara variable pengetahuan dengan sikap proaktif anti bullying mahasiswa. Berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, maka semakin tinggi sikap proaktif anti bullyingnya. Kesimpulan: Pengetahuan dan pemahaman yang tinggi tentang perilaku anti bullying akan mendorong individu untuk memunculkan sikap proaktif anti bullying, selanjutnya akan memunculkan perilaku mencegah bullying.