Keluarga merupakan elemen penting dalam pembentukan kepribadian dan kesejahteraan emosional seorang anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis cenderung memiliki perkembangan mental yang stabil, sementara anak dari keluarga broken home sering mengalami tekanan psikologis yang mendalam. Karya fotografi berjudul “Dampak Broken Home pada Fotografi Ekspresi” ini merupakan visualisasi dari pengalaman emosional pisokologis pengkarya yang tumbuh dalam keluarga tidak utuh. Proses penciptaan karya dilakukan dengan pendekatan fotografi ekspresi untuk menggambarkan berbagai dampak psikologis akibat broken home, seperti rasa takut, kehilangan, tekanan batin, dan proses penerimaan diri. Metode yang digunakan meliputi persiapan observasi, studi pustaka, dan wawancara sebagai dasar pemahaman sebelum pengambilan gambar serta pendekatas semiotika Roland Bhartes yang menggunakan dua tingkatan yaitu konotasi dan denotasi. Proses penciptaan menggunakan objek perempuan sebagai cerminan diri pengkarya dengan objek pendukung seperti tali, cermin, puzzle dan elemen simbolik lainnya. Hasil dari berbagai dampak broken home dari luka, trauma, proses penyembuhan sampai penerimaan, meskipun terdapat kendala dalam proses kreatif yang membatasi realisasi beberapa ide, melalui 20 karya fotografi yang dihasilkan, pengkarya berhasil menyampaikan secara menyeluruh berbagai bentuk tekanan batin dan perasaan yang dialami anak dari keluarga broken home. Karya ini berfungsi sebagai ekspresi diri sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan dampak broken home terhadap perkembangan emosional anak. Adapun tujuan dari penciptan karya yang berjudul dampak broken home ini adalah bagaiman memvisualkan dampak broken home dalam fotografi ekspresi dan terciptanya karya fotografi yang dapat dinikmati oleh masyarakat. pengkarya memilih judul karya penciptaan dampak broken home karena pengkarya tertarik menuangkan ke dalam sebuah karya fotografi ekspresi sebagai mengekspresikan diri sendiri dengan menggunakan konsep yang mewakili dampak broken home yang pengkarya alami.