Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAMPAK BROKEN HOME DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Suci Mulya Asdrianti; Richardvans
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.415

Abstract

Keluarga merupakan elemen penting dalam pembentukan kepribadian dan kesejahteraan emosional seorang anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis cenderung memiliki perkembangan mental yang stabil, sementara anak dari keluarga broken home sering mengalami tekanan psikologis yang mendalam. Karya fotografi berjudul “Dampak Broken Home pada Fotografi Ekspresi” ini merupakan visualisasi dari pengalaman emosional pisokologis pengkarya yang tumbuh dalam keluarga tidak utuh. Proses penciptaan karya dilakukan dengan pendekatan fotografi ekspresi untuk menggambarkan berbagai dampak psikologis akibat broken home, seperti rasa takut, kehilangan, tekanan batin, dan proses penerimaan diri. Metode yang digunakan meliputi persiapan observasi, studi pustaka, dan wawancara sebagai dasar pemahaman sebelum pengambilan gambar serta pendekatas semiotika Roland Bhartes yang menggunakan dua tingkatan yaitu konotasi dan denotasi. Proses penciptaan menggunakan objek perempuan sebagai cerminan diri pengkarya dengan objek pendukung seperti tali, cermin, puzzle dan elemen simbolik lainnya. Hasil dari berbagai dampak broken home dari luka, trauma, proses penyembuhan sampai penerimaan, meskipun terdapat kendala dalam proses kreatif yang membatasi realisasi beberapa ide, melalui 20 karya fotografi yang dihasilkan, pengkarya berhasil menyampaikan secara menyeluruh berbagai bentuk tekanan batin dan perasaan yang dialami anak dari keluarga broken home. Karya ini berfungsi sebagai ekspresi diri sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan dampak broken home terhadap perkembangan emosional anak. Adapun tujuan dari penciptan karya  yang berjudul dampak broken home ini adalah bagaiman memvisualkan dampak broken home dalam fotografi ekspresi dan terciptanya karya fotografi yang dapat dinikmati oleh masyarakat. pengkarya memilih judul karya penciptaan dampak broken home karena pengkarya tertarik menuangkan ke dalam sebuah karya fotografi ekspresi sebagai mengekspresikan diri sendiri dengan menggunakan konsep yang mewakili dampak broken home yang pengkarya alami.
CAR FREE DAY (CFD) DI PEKANBARU DALAM STREET PHOTOGRAPHY Hasdi, M Adrian; Richardvans
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.539

Abstract

Objek penciptaan tugas akhir ini adalah kegiatan car free day di Pekanbaru yang divisualkan melalui pendekatan street photography dengan konsep fotografi hitam putih. Penciptaan ini bertujuan untuk merekam berbagai aktivitas yang berlangsung selama pelaksanaan car free day meliputi kegiatan olahraga, aktivitas berdagang, dan hiburan, serta merekam ruang publik sebagai wadah interaksi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat perkotaan. Metode penciptaan yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi langsung di lokasi car free day di Pekanbaru, pemotretan secara candid tanpa pengarahan, serta penerapan komposisi visual seperti rule of space dan juxtaposition dengan berbagai sudut pandang fotografi. Pendekatan genre street photography digunakan untuk menangkap momen-momen spontan dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan secara apa adanya. Hasil penciptaan diwujudkan dalam 20 karya fotografi hitam putih yang disajikan berdasarkan wujud karya dan didukung oleh landasan teori fotografi jurnalistik, street photography, fotografi hitam putih, serta semiotika sebagai kerangka analisis visual. Karya-karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga menyampaikan informasi dan pesan sosial. Kata Kunci: Car free day, Street photography, Hitam putih, Pekanbaru
SIRUKAM DAIRY FARM DALAM FOTOGRAFI KORPORAT Pai, Arip; Richardvans
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.550

Abstract

Skripsi karya ini berjudul “SirukamDairy FarmdalamFotografi Korporat” yang bertujuan untuk menghasilkan karya fotografi korporat sebagai media penguatan identitas visual Sirukam Dairy Farm. Peternakan yang berlokasi di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus pusat pengolahan susu modern, namun belum memiliki materi visual profesional yang mampu merepresentasikan citra perusahaan secara optimal. Melalui pendekatan fotografi korporat, penelitian ini memvisualisasikan aktivitas perusahaan, fasilitas produksi, struktur organisasi, lingkungan peternakan, hingga produk olahan susu dan minyak atsiri. Proses penciptaan dilakukan melalui tahap eksplorasi, persiapan, perancangan, perwujudan, hingga penyajian karya. Teknik fotografi yang digunakan mencakupfotografi landscape, arsitektur, human interest, portrait, dan produk dengan mempertimbangkan komposisi, pencahayaan, serta kebutuhan branding. Hasilnya berupa kumpulan foto korporat yang mampu memperkuat citra profesional Sirukam Dairy Farm, sekaligus menjadi aset visual yang dapat digunakan untuk company profile, media sosial, promosi wisata, serta kebutuhan komunikasi perusahaan lainnya.
AUGMENTED REALITY DALAM PENCIPTAAN DAN PENYAJIAN KARYA SENI FOTOGRAFI Richardvans
Journal of Scientech Research and Development Vol 7 No 2 (2025): JSRD, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v7i2.1462

Abstract

Artikel ini membahas pemanfaatan Augmented Reality sebagai solusi dalam penyajian karya seni fotografi. Karya seni fotografi yang diciptakan merupakan karya yang dibuat dengan memanfaatkan fitur kamera burst mode dalam menangkap moment aksi dengan subjek bergerak. Penggunaan burst mode menghasilkan serangkaian citra yang merepresentasikan perubahan gerak dalam satuan waktu yang membuat citra visual menjadi hidup, namun penyajian karya fotografi secara konvensional seringkali terbatas pada tampilan statis. Oleh karena itu penciptaan ini bertujuan untuk mengeskplorasi Augmented Reality sebagai media alternatif penyajian karya seni fotografi yang mampu mengahadirkan dimensi ruang dan waktu. Hasil penciptaan karya ini membuktikan bahwa Augmented Reality mampu mengoptimalkan penyajian karya fotografi dengan menghadirkan pengalaman visual yang lebih dinamis dan imersif tanpa menghilangkan karakter fotografi sebagai sebagai citra diam. Augmented Reality dihadirkan melalui aplikasi Artivive, yang tidak hanya berfungsi sebagai media penyajian, tetapi sebagai ruang baru dalam apresiasi karya seni fotografi. Dengan demikian penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik penciptaan dan penyajian karya seni fotografi berbasis teknologi digital.