Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rebuilding Public Trust in Islamic Banking Through the Utilization of Technology: Conceptual Review and Strategies Antasari, Novira Dian; Zulhamdani; Amat Basri; Triana Salma Dewi
Tech-E Vol. 9 No. 1 (2025): TECH-E (Technology Electronic)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi-Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/te.v9i1.3231

Abstract

Public trust in Islamic banking has been a significant challenge in recent years. This is influenced by several factors such as lack of technology literature, technology distribution, cybersecurity, regulatory frameworks, customer awareness, and financial inclusion. This research aims to highlight the technology in restoring public trust in Islamic banking and present practical strategies for digital Sharia banks. This research aims to identify public trust in Islamic banking in Indonesia through technology. This research design is descriptive qualitative and the type of data used is secondary data. Sources and data were obtained from OJK websites, books, the internet, social media, journals, and other relevant digital format. Data is processed using the Python programming language. The results of this research indicate that digital literacy for Bank Hijra is less well-known among the public. From the mobile banking application, the rating of the sample banks shows a number above 4. User reviews show that the use of these applications has not yet achieved maximum customer satisfaction, as there are still complaints about data security concerns. It concluded that customer trust in digital Sharia banks has indeed increased, but there is still a need to improve data security and digital literacy, and user experience for the public.
PENGARUH ETIKA BERMEDIA SOSIAL TERHADAP INTERAKSI ONLINE DI SMK NEGERI 5 KOTA TANGERANG Darmawan, Rizqi; Antasari, Novira Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pemanas.v5i1.33621

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan pelajar belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai etika digital. Rendahnya kesadaran terhadap etika bermedia sosial seringkali menyebabkan munculnya perilaku negatif, seperti penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perundungan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pentingnya etika dalam berinteraksi di media sosial, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pola interaksi online mereka. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 5 Kota Tangerang melalui pendekatan edukatif partisipatif, berupa pelatihan, diskusi kelompok, dan simulasi kasus. Siwa dan siswi kelas X dan XI terlibat sebagai peserta aktif. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test, observasi perilaku saat kegiatan berlangsung, serta wawancara dengan siswa dan guru. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap positif terhadap penggunaan media sosial secara etis. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam membentuk budaya digital yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah. Program pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kesadaran etika digital siswa dan mendorong terciptanya interaksi online yang sehat, sehingga dapat memberikan dampak sosial positif bagi komunitas sekolah secara keseluruhan.
Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Meningkatkan Kompetensi Pengelolaan Bisnis UMKM di Jakarta Selatan Antasari, Novira Dian; Iswahyudi; Zulhamdani
Abdi Dharma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v5i2.4014

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di Universitas LIA, dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM melalui pelatihan, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan melibatkan 10 pelaku UMKM dalam pelatihan keuangan praktis, pemanfaatan aplikasi pencatatan sederhana, serta strategi pemasaran digital. Materi pelatihan keuangan menitikberatkan pada pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang kerap kali masih menjadi titik lemah bagi pelaku UMKM. Sesi pemasaran digital difokuskan pada pemanfaatan media sosial guna menjangkau konsumen secara lebih efektif dan efisien. Berdasarkan hasil evaluasi, terlihat peningkatan signifikan pada kemampuan pencatatan keuangan, pemahaman pemisahan modal, serta aktivitas promosi melalui media sosial. Mayoritas peserta menyampaikan manfaat praktis dari pelatihan, seperti transaksi yang lebih teratur dan strategi promosi yang lebih terarah. Meski demikian, tantangan tetap muncul, terutama terkait konsistensi pencatatan keuangan dan waktu pelatihan yang dinilai singkat sehingga tidak semua materi dapat dibahas secara mendalam. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan bisnis UMKM. Untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif jangka panjang, sangat disarankan adanya pendampingan lanjutan, pembentukan grup komunikasi antar pelaku UMKM, serta pelatihan lanjutan yang lebih intensif. Upaya ini penting agar pertumbuhan dan profesionalisme UMKM dapat terus terjaga dan berkembang.
Optimizing Financial Distress Prediction Models in Digital Startups Using Generative Adversarial Networks (GANs) for Financial Data Augmentation Antasari, Novira Dian; Kurniawan, Esa
JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Vol. 9 No. 3 (2025): December
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Langlangbuana Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/jasa.v9i3.2939

Abstract

Digital startups are highly vulnerable to financial distress due to limited historical financial data and imbalanced datasets between healthy and distressed firms. These challenges reduce the accuracy of existing prediction models, hindering early risk detection for investors and policymakers. This study aims to optimize financial distress prediction in Indonesian digital startups by applying Generative Adversarial Networks (GANs) for financial data augmentation. GANs are used to generate synthetic financial data that replicate real-world distributions, particularly for the minority class, to balance the dataset. A quantitative experimental design was employed, comparing baseline and GAN-augmented models trained on financial ratios such as ROA, ROE, and DER. The results show that the GAN-augmented model achieved higher accuracy (92%), precision (91%), recall (88%), and F1-score (90%) compared to the baseline model. These findings confirm that GAN-based augmentation enhances model robustness and prediction reliability under limited data conditions. The study contributes to financial distress prediction literature by integrating deep learning with synthetic data generation, offering a practical tool for early detection of financial instability in digital startups and supporting data-driven risk management in Indonesia’s digital economy.
Opsen Tax Fairness and Its Influence on Motor Vehicle Tax Compliance in Bekasi Dian, Novira; Daffa Sidiq Ibnu Barkah; Muhammad Ibnu Yustian
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effect of perceived fairness of the motor vehicle opsen tax on taxpayer compliance in Bekasi, while also considering the roles of fear of sanctions, tax burden, and transparency. The opsen tax is a newly implemented additional levy aimed at strengthening regional fiscal capacity. Using a quantitative approach, data were collected through a survey of 100 registered vehicle taxpayers in Bekasi and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The novelty of this study lies in its empirical focus on the motor vehicle opsen tax, a policy implemented in Indonesia starting in 2025, which has received limited scholarly attention. The findings reveal that perceived tax fairness has a positive but statistically insignificant effect on compliance. In contrast, fear of sanctions, perceived tax burden, and transparency significantly influence taxpayer compliance. Simultaneously, all independent variables contribute significantly to compliance behavior. These results suggest that taxpayer compliance in the early implementation stage of the opsen tax is driven more by enforcement mechanisms and transparency than by perceived fairness alone. The study provides practical implications for local governments to enhance transparency, strengthen tax communication, and balance enforcement with trust-building strategies to improve regional tax compliance. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak opsen kendaraan bermotor terhadap kepatuhan wajib pajak di Bekasi, serta menguji peran ketakutan terhadap sanksi, persepsi beban pajak, dan transparansi dalam memengaruhi perilaku kepatuhan. Pajak opsen merupakan pungutan tambahan yang mulai diterapkan sebagai bagian dari kebijakan penguatan kapasitas fiskal daerah dan optimalisasi pendapatan asli daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di wilayah Bekasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian empiris pajak opsen kendaraan bermotor sebagai kebijakan perpajakan daerah yang mulai diberlakukan di Indonesia sejak tahun 2025 dan masih terbatas dikaji dalam literatur akuntansi dan perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keadilan pajak opsen berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sebaliknya, ketakutan terhadap sanksi, persepsi beban pajak, dan transparansi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada tahap awal implementasi pajak opsen, kepatuhan wajib pajak lebih dipengaruhi oleh mekanisme penegakan dan tingkat transparansi pemerintah dibandingkan oleh persepsi keadilan semata, sehingga penguatan komunikasi kebijakan dan akuntabilitas publik menjadi aspek yang krusial.