Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Perubahan Iklim terhadap Ekosistem Pesisir dan Pulau Kecil: Studi Kasus Pulau Tanakeke Takalar Ridwan, Saptariani Putri
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (July)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v2i4.806

Abstract

Climate change is a global challenge affecting the sustainability of coastal and small island ecosystems. Tanakeke Island in Takalar Regency, South Sulawesi, is an area vulnerable to the impacts of climate change, such as sea level rise, coastal erosion, mangrove ecosystem degradation, and declining fisheries yields. This study aims to analyze the impacts of climate change on the coastal ecosystem of Tanakeke Island using qualitative and quantitative descriptive approaches. Data were obtained through field observations, biophysical condition measurements, community interviews, and literature studies. The results indicate significant damage to mangrove forests, increased coastal erosion of up to 2 meters per year, and a decline in marine biodiversity. Local communities are experiencing impacts in the form of reduced fish catches and increased socioeconomic vulnerability. In conclusion, Tanakeke Island requires ecosystem-based adaptation strategies and strengthening community capacity to cope with climate change.
UJI FITOKIMIA KANDUNGAN METABOLIK SEKUNDER DAN POTENSI BIOAKTIF EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma petiolata) DAN KUNYIT KUNING (Curcuma longa) Rasdiana, Rasdiana; Hardianti, Hardianti; Subaedah, Subaedah; Ridwan, Saptariani Putri; Zaim, Hikmah Maulifiah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 2 (2025): Vol 3 No 2 Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolik sekunder ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) dan kunyit (Curcuma longa) serta efektifitas dalam mematikan larva Anopheles sp. Metode yang digunakan adalah true eksperimen dengan rancangan eksperimen sederhana.Hasil penelitian diperoleh bahwa metabolit sekunder yang terkandung pada kunyit kuning (Curcuma longa diantaranya adalah flavanoid, terpenoid, dan fenolik, sedangkan Metabolit sekonder yang terkandung pada kunyit kuning yaitu alkaloid, saponin, dan senyawa Fenolik. Komponen bioaktif pada ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) dan kunyit kuning (Curcuma longa) dapat membunuh larva nyamuk Anopheles sp. sehingga dapat dipertimbangkan berpotensi sebagai larvasida alami. Dimana larva uji pada ekstrak kunyit kuning (Curcuma longa) mengalam 100% kematian dalam waktu 1 jam pada kosentrasi 5% v/v dan kematian larva uji ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) sebanyak 100% kematian dalam waktu 2 jam pada konsentrasi 80% v/v. Disimpulkan bahwa ekstrak Curcuma longa dan Curcuma petiolate memiliki pengaruh terhadap kematian larva Anopheles sp. dan dapat dijadikan sebagai pestisida alami dalam membunuh larva Anopheles sp