DAS Gembong di Kabupaten Pasuruan berperan penting sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat, namun sering mengalami kekurangan data debit yang memengaruhi pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan membangun model konversi curah hujan menjadi debit menggunakan metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM yang dikolaborasikan dengan Algoritma Genetik untuk menentukan parameter utama model. Data yang digunakan meliputi curah hujan Satelit GPM, data debit dari pos duga air Warungdowo, serta data klimatologi dalam periode tertentu. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM memiliki nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) sebesar 0.998 dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.998, keduanya diinterpretasikan sebagai "sangat baik" dan "sangat kuat". Pada tahap validasi, diperoleh nilai NSE sebesar 0.5124 yang diinterpretasikan "memenuhi" dan nilai R sebesar 0.838 yang diinterpretasikan "sangat kuat".Analisis debit andalan melalui Flow Duration Curve menghasilkan debit andalan tahunan Q70% sebesar 1,27 m³/s, Q80% sebesar 0,95 m³/s, dan Q90% sebesar 0,65 m³/s. Debit andalan bulanan untuk Q70% berkisar antara 0,57-2,60 m³/s, Q80% antara 0,54-2,21 m³/s, dan Q90% antara 0,49-2,04 m³/s. Hasil ini dapat digunakan untuk kebutuhan irigasi, distribusi air minum, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pengelolaan sumber daya air lainnya sepanjang tahun.