Kautsar, Gymas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Alternatif Pengendalian Banjir Sistem Drainase Polder Kembangan Di Kota Jakarta Barat Dengan Pendekatan Permodelan Banjir Aliran 2D Kautsar, Gymas; M. Bisri; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.125

Abstract

Wilayah DKI Jakarta, khususnya daerah Kembangan Jakarta Barat, merupakan daerah rawan banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, keterbatasan kapasitas drainase, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan jaringan drainase eksisting dalam menampung debit banjir rancangan dengan kala ulang 5 dan 10 tahun, mengidentifikasi alternatif pengendalian banjir, dan menyusun rencana anggaran biaya untuk penanganan genangan di sistem polder Kembangan. Permodelan banjir dilakukan menggunakan software HEC-RAS 6.6 dengan pendekatan dua dimensi pada area seluas 758,8 Ha di Kembangan, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan keterbatasan kapasitas sistem drainase eksisting dalam menampung debit banjir rancangan periode ulang 5 dan 10 tahun. Studi ini menghasilkan informasi komprehensif mengenai pola genangan banjir dan identifikasi titik-titik kritis sistem drainase. Rekomendasi pengendalian banjir yang paling efektif meliputi rehabilitasi saluran eksisting, perencanaan saluran baru, dan peningkatan sistem perpompaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemodelan genangan banjir, rekomendasi teknis kepada instansi terkait, dan informasi rencana anggaran biaya untuk alternatif pengendalian banjir. Hasil studi dapat digunakan sebagai data dasar dalam perencanaan pengembangan sistem polder dan penyusunan strategi mitigasi bencana banjir di wilayah Jakarta Barat. Pendekatan permodelan 2D terbukti lebih representatif dalam menggambarkan kondisi banjir aktual dibandingkan dengan metode konvensional.