Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Dusun Nametek Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Ode, Nuraini; Sopacua, Henry Marijes; Metekohy, Louisa M
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan sampah oleh masyarakat serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sebagai bentuk kesadaran kewarganegaraan di Dusun Nametek, dengan menekankan peran kesadaran masyarakat, dukungan kebijakan, dan ketersediaan sarana prasarana dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Kota Namlea, Kabupaten Buru, mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat. Indonesia menempati peringkat ketiga terburuk di Asia Tenggara dalam hal sanitasi air limbah domestik. Sampah anorganik, terutama dari kegiatan domestik dan industri, menjadi penyumbang terbesar pencemaran badan air. Kesadaran masyarakat yang rendah dan kurangnya fasilitas penunjang, seperti tempat sampah dan kendaraan pengangkut, memperparah kondisi tersebut. Di Kota Namlea, tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama menyebabkan pencemaran lingkungan dan keresahan warga akibat bau busuk. Minimnya sumber daya manusia, keterbatasan armada pengangkut, serta anggaran yang tidak memadai menjadi hambatan serius dalam pengelolaan sampah yang efektif. Peraturan perundangan seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Buru Nomor 02 Tahun 2015 telah mengatur teknis pengelolaan dan pengangkutan sampah, namun implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Namlea sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kesadaran publik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan regulasi yang konsisten dan berkelanjutan. 
Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Dusun Nametek Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Ode, Nuraini; Sopacua, Henry Marijes; Metekohy, Louisa M
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan sampah oleh masyarakat serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sebagai bentuk kesadaran kewarganegaraan di Dusun Nametek, dengan menekankan peran kesadaran masyarakat, dukungan kebijakan, dan ketersediaan sarana prasarana dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Kota Namlea, Kabupaten Buru, mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat. Indonesia menempati peringkat ketiga terburuk di Asia Tenggara dalam hal sanitasi air limbah domestik. Sampah anorganik, terutama dari kegiatan domestik dan industri, menjadi penyumbang terbesar pencemaran badan air. Kesadaran masyarakat yang rendah dan kurangnya fasilitas penunjang, seperti tempat sampah dan kendaraan pengangkut, memperparah kondisi tersebut. Di Kota Namlea, tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama menyebabkan pencemaran lingkungan dan keresahan warga akibat bau busuk. Minimnya sumber daya manusia, keterbatasan armada pengangkut, serta anggaran yang tidak memadai menjadi hambatan serius dalam pengelolaan sampah yang efektif. Peraturan perundangan seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Buru Nomor 02 Tahun 2015 telah mengatur teknis pengelolaan dan pengangkutan sampah, namun implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Namlea sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kesadaran publik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan regulasi yang konsisten dan berkelanjutan.