Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Penanaman Nilai Kebersamaan Dalam Pelayanan pada Pasien Medis bagi Klinik Evangeline Booth Ambon Metekohy, Louisa M
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1958

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah pelayanan yang dilakukan demi kemanusiaan, Klinik Evangelin Booth termasuk Klinik yang terletak pada pusat kota Ambon yang melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan, Karena keberadaannya dipusat kota  sehingga kegiatan perekonomian masyarakatpun cepat untuk dijangkau  melihat persoalan - persolan kemasyarakat dalam bidang  pelayanan kesehatan   dapat teratasi dengan baik sehingga mewujudkan kesinambungan antara masyarakat dengan  pihak pelayanan kesehatan dapat teratasi. Mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa merupakan bagian tangung jawab bersama yang perlu dikembangkan secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya. Potensi ini dikembangkan oleh Klinik Evangelin Booth dalam mengembangkan pelayanan prima bagi masyarakat dengan menerapkan kode etik dan melaksanakan pelayanan dengan hati, yaitu dengan mengembangkan keramahan dan kepedulian dalam melayani. Walau disadari ada banayak yang perlu dibenahi dalam pelayanan namun telah diupayakan untuk memulai sesuatu yang baik yang disarankan oleh pemerintah yakni mengutamakan pelayanan dengan mengedepankan karakter melayani.
Pemerataan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan Makatita, Cindy Chrisna; Metekohy, Louisa M; Soumokil, Agustinus
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemerataan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa Proses penyaluran PKH di Negeri Leahari merupakan program pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat miskin di Indonesia termasuk masyarakat yang berada di Negeri Leahari, dan sudah menyentu masyarakat secara langsung.. Penyaluran PKH belum tepat sasaran karena masih ada masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran PKH di Negeri Leahari bahwa masyarakat penerima bantuan PHK tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Namun ada beberapa faktor yang menghambat yaitu proses pendataan yang tidak ditindak lanjut oleh pemerintah sehingga daftar yang dikeluarkan berbedah dengan daftar yang dikirim. Kesalahan yang terjadi pada data-data peenrima sehingga perlu di lakukan aktivasi Kembali.
ETIKA KOMUNIKASI GENERASI Z DI ERA SOCIETY 5.0 DI DUSUN KALAULI Basir, Arfan; Metekohy, Louisa M; Sialana, Fatima
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.67769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau etika komunikasi generasi z di era seciaety 5.0 di Dusun Kalauli, penelitian ini dilakukan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa etika komunikasi generasi Z di era 5. 0 di Dusun Kalauli tidak terjadi sebagaimana mestinya, terjadi pergeseran nilai-nilai etika komunikasi salah satunya kurangnya empati dalam berkomunikasi secara langsung dan salah satu faktor pergeseran nilai etika komunikasi yaitu ponsel pintar/gadget yang menjadi bagian tak terpisahkan dari era masyarakat 5.0.This study aims to review the communication ethics of generation z in the era of society 5.0 in Dusun Kalauli, this study was conducted using a qualitative descriptive research methodology with data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found that the communication ethics of generation Z in the era of 5.0 in Dusun Kalauli did not occur as it should, there was a shift in the values of communication ethics, one of which was the lack of empathy in communicating directly and one of the factors in the shift in communication ethics values was smartphones/gadgets which became an inseparable part of the era of society 5.0.
Analisis Kegagalan Pemerintahan Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara Waelaruno, Beatly; Metekohy, Louisa M; Lambiombir, H
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kegagalan Pemerintahan Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Hukum Administrasi Negara memiliki peran penting dalam mengatasi kekosongan kekuasaan. Menurut Indroharto (1993), hukum administrasi Negara mengatur berbagai aspek terkait penyelenggara pemerintahan. . Kegagalan pemerintahan Negeri Haruru diakibatkan oleh katidakpuasan beberapa masyarakat adat yang mengasumsikan bahwa kepala pemerintahan Negeri Haruru melakukan pemalsuan pemberkasan yakni ijazah pernah bersekolah sebagai syarat administratif yang digunakan untuk menjadi raja sekaligus kepala pemerintahan Negeri Haruru. Teknik pengumpulan data adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaksi dari miles dan Huberman dapat di gambarkan sebagia berikut  Reduksi data (data reduction ) Penyajian data (data display ) dan Penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian bahwa Kegagalan pemerintahan Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah disebabkan oleh pelanggaran hukum administratif berupa pemalsuan ijasah sebagai syarat dilantik menjadi pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Haruru yang dilakukan oleh Bapak Yakobus Maatoke mengakibatkan kekosongan kekuasaan yang dinyatakan gagal. Upaya penyelesaian kegagalan pemerintahan Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah diambil alih oleh pemerintah daerah yakni Pemda Kabupaten Maluku Tengah dengan melantik Bapak Dedi Tehuayo, SE sebagai pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Haruru yang baru untuk sementara hingga diusulkan kembali raja defenitif oleh saniri negeri kepada Pemda sesuai ketentuan yang berlaku agar memiliki Kepala Pemerintahan yang tetap.
Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Dusun Nametek Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Ode, Nuraini; Sopacua, Henry Marijes; Metekohy, Louisa M
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan sampah oleh masyarakat serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sebagai bentuk kesadaran kewarganegaraan di Dusun Nametek, dengan menekankan peran kesadaran masyarakat, dukungan kebijakan, dan ketersediaan sarana prasarana dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Kota Namlea, Kabupaten Buru, mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat. Indonesia menempati peringkat ketiga terburuk di Asia Tenggara dalam hal sanitasi air limbah domestik. Sampah anorganik, terutama dari kegiatan domestik dan industri, menjadi penyumbang terbesar pencemaran badan air. Kesadaran masyarakat yang rendah dan kurangnya fasilitas penunjang, seperti tempat sampah dan kendaraan pengangkut, memperparah kondisi tersebut. Di Kota Namlea, tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama menyebabkan pencemaran lingkungan dan keresahan warga akibat bau busuk. Minimnya sumber daya manusia, keterbatasan armada pengangkut, serta anggaran yang tidak memadai menjadi hambatan serius dalam pengelolaan sampah yang efektif. Peraturan perundangan seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Buru Nomor 02 Tahun 2015 telah mengatur teknis pengelolaan dan pengangkutan sampah, namun implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Namlea sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kesadaran publik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan regulasi yang konsisten dan berkelanjutan. 
Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan di Dusun Nametek Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Ode, Nuraini; Sopacua, Henry Marijes; Metekohy, Louisa M
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan sampah oleh masyarakat serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sebagai bentuk kesadaran kewarganegaraan di Dusun Nametek, dengan menekankan peran kesadaran masyarakat, dukungan kebijakan, dan ketersediaan sarana prasarana dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Kota Namlea, Kabupaten Buru, mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat. Indonesia menempati peringkat ketiga terburuk di Asia Tenggara dalam hal sanitasi air limbah domestik. Sampah anorganik, terutama dari kegiatan domestik dan industri, menjadi penyumbang terbesar pencemaran badan air. Kesadaran masyarakat yang rendah dan kurangnya fasilitas penunjang, seperti tempat sampah dan kendaraan pengangkut, memperparah kondisi tersebut. Di Kota Namlea, tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama menyebabkan pencemaran lingkungan dan keresahan warga akibat bau busuk. Minimnya sumber daya manusia, keterbatasan armada pengangkut, serta anggaran yang tidak memadai menjadi hambatan serius dalam pengelolaan sampah yang efektif. Peraturan perundangan seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Buru Nomor 02 Tahun 2015 telah mengatur teknis pengelolaan dan pengangkutan sampah, namun implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah di Namlea sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kesadaran publik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan regulasi yang konsisten dan berkelanjutan. 
Analisis Kegagalan Pemerintahan Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara Waelaruno, Beatly; Metekohy, Louisa M; Lambiombir, H
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kegagalan Pemerintahan Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Hukum Administrasi Negara memiliki peran penting dalam mengatasi kekosongan kekuasaan. Menurut Indroharto (1993), hukum administrasi Negara mengatur berbagai aspek terkait penyelenggara pemerintahan. . Kegagalan pemerintahan Negeri Haruru diakibatkan oleh katidakpuasan beberapa masyarakat adat yang mengasumsikan bahwa kepala pemerintahan Negeri Haruru melakukan pemalsuan pemberkasan yakni ijazah pernah bersekolah sebagai syarat administratif yang digunakan untuk menjadi raja sekaligus kepala pemerintahan Negeri Haruru. Teknik pengumpulan data adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaksi dari miles dan Huberman dapat di gambarkan sebagia berikut  Reduksi data (data reduction ) Penyajian data (data display ) dan Penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian bahwa Kegagalan pemerintahan Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah disebabkan oleh pelanggaran hukum administratif berupa pemalsuan ijasah sebagai syarat dilantik menjadi pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Haruru yang dilakukan oleh Bapak Yakobus Maatoke mengakibatkan kekosongan kekuasaan yang dinyatakan gagal. Upaya penyelesaian kegagalan pemerintahan Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah diambil alih oleh pemerintah daerah yakni Pemda Kabupaten Maluku Tengah dengan melantik Bapak Dedi Tehuayo, SE sebagai pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Haruru yang baru untuk sementara hingga diusulkan kembali raja defenitif oleh saniri negeri kepada Pemda sesuai ketentuan yang berlaku agar memiliki Kepala Pemerintahan yang tetap.