Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Modifikasi Spektrum Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana L.) dan Produksi Glikosida Steviol Muhammad Tsabit Alwi; Choirul Umam; Milli Dania; Ahmad Habibi Nashrullah; Zahrotul Awwelina
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1229

Abstract

Memasuki tahun 2019, diabetes menyebabkan 57,42 kematian per 100.000 penduduk di Indonesia. Salah satu penyebab diabetes adalah konsumsi gula berlebih. Stevia memiliki kemanisan yang lebih tinggi 250-300 kali lipat dari pada gula tebu dengan kalori yang rendah sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan alternatif gula mainstream untuk menekan angka diabetes. Rasa manis daun stevia dihasilkan dari senyawa steviol glikosida. Produksi senyawa tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor eksternal tanaman yaitu spektrum cahaya. Cahaya memainkan peran penting dalam metabolisme primer dan sekunder serta produksi berbagai senyawa bioaktif tanaman Stevia. Selama ini, para peneliti lebih berfokus pada pengaruh spektrum cahaya terhadap hasil biomassa tetapi kurang memperhatikan kadar steviol glikosida tanaman Stevia. Padahal, produk sampingan ini merupakan zat utama yang mempengaruhi kualitas tanaman Stevia. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap non faktorial. Perlakuan terdiri dari LED merah, biru, putih, ungu, dan control dengan 5 ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah dan luas daun tanaman Stevia namun, berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kemanisan yang merupakan cerminan dari kadar steviol glikosida tanaman Stevia. Perlakuan terbaik dari seluruh percobaan adalah pada LED merah dengan hasil 7,9 brix pada umur 28 HST atau 2 minggu perlakuan cahaya.
Pengaruh Modifikasi Spektrum Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana L.) dan Produksi Glikosida Steviol Muhammad Tsabit Alwi; Choirul Umam; Milli Dania; Ahmad Habibi Nashrullah; Zahrotul Awwelina
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1229

Abstract

Memasuki tahun 2019, diabetes menyebabkan 57,42 kematian per 100.000 penduduk di Indonesia. Salah satu penyebab diabetes adalah konsumsi gula berlebih. Stevia memiliki kemanisan yang lebih tinggi 250-300 kali lipat dari pada gula tebu dengan kalori yang rendah sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan alternatif gula mainstream untuk menekan angka diabetes. Rasa manis daun stevia dihasilkan dari senyawa steviol glikosida. Produksi senyawa tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor eksternal tanaman yaitu spektrum cahaya. Cahaya memainkan peran penting dalam metabolisme primer dan sekunder serta produksi berbagai senyawa bioaktif tanaman Stevia. Selama ini, para peneliti lebih berfokus pada pengaruh spektrum cahaya terhadap hasil biomassa tetapi kurang memperhatikan kadar steviol glikosida tanaman Stevia. Padahal, produk sampingan ini merupakan zat utama yang mempengaruhi kualitas tanaman Stevia. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap non faktorial. Perlakuan terdiri dari LED merah, biru, putih, ungu, dan control dengan 5 ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah dan luas daun tanaman Stevia namun, berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kemanisan yang merupakan cerminan dari kadar steviol glikosida tanaman Stevia. Perlakuan terbaik dari seluruh percobaan adalah pada LED merah dengan hasil 7,9 brix pada umur 28 HST atau 2 minggu perlakuan cahaya.
EFFECT OF KOH CONCENTRATION AND OIL TYPE ON LIQUID DISH SOAP FROM USED COOKING OIL WITH ANTIBACTERIAL EVALUATION Safira Kanza; Zahrotul Awwelina; Zahra Najma Atika; Burhan; Yuni Nurfiana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 27 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2026.027.02.1

Abstract

The increasing generation of used cooking oil (UCO) as food waste presents significant environmental challenges while offering opportunities for value-added utilization within a circular economy framework. This study evaluated the effect of potassium hydroxide (KOH) concentration on the quality and microbial characteristics of liquid soap produced from UCO with added orange essential oil. Prior to saponification, UCO was purified using 2% activated charcoal to reduce impurities and undesirable odors. Liquid soap formulations were prepared using three KOH concentrations (20%, 30%, and 40%) and three oil types, namely fresh cooking oil, untreated UCO, and purified UCO. The quality of the liquid soap was assessed based on physicochemical parameters, including homogeneity, pH, specific gravity, viscosity, and total plate count. Antibacterial activity was evaluated against Escherichia coli and Staphylococcus aureus using standard microbiological assays. The results showed that increasing KOH concentration was associated with higher pH, viscosity, and improved homogeneity of the liquid soap. Soap formulated with 40% KOH exhibited more stable physicochemical characteristics compared with those of the lower concentrations. Purification of used cooking oil appeared to enhance oil reactivity during saponification, resulting in more consistent soap properties. The addition of orange essential oil did not produce a clear inhibition zone. It was, however, associated with lower total plate count (TPC) values, indicating a potential role in microbial growth suppression.