Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Discovery Learning dengan Menonton (MPBKM) Angel, Rustiana; Bahri, Alvin Maulana Al
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i2.25773

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi Model Pembelajaran Discovery dengan Kegiatan Menonton (MPBKM) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D), data dikumpulkan melalui observasi kelas dan kuesioner skala Likert terhadap siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan menulis, sementara 45% sangat terlibat dalam pembelajaran, 40% terlibat secara moderat, dan 15% memiliki keterlibatan rendah akibat kesulitan dalam adaptasi teknologi. Tantangan yang diidentifikasi meliputi adaptasi teknologi (15%), manajemen kelas, dan waktu pembelajaran yang lebih lama. Meskipun demikian, MPBKM secara signifikan meningkatkan motivasi dan berpikir kritis siswa. Untuk mengoptimalkan efektivitasnya, diperlukan peningkatan pelatihan literasi digital dan strategi implementasi yang lebih terstruktur. Studi ini mendukung penggunaan model pembelajaran berbasis multimedia interaktif guna meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata kunci: Discovery learning, kegiatan menonton, kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa Indonesia   ABSTRACT This study examines the implementation of the Discovery Learning Model with Watching Activities (MPBKM) in Indonesian language learning under the Independent Curriculum. Using a Research and Development (R&D) approach, data were collected from eighth-grade students through classroom observations and Likert-scale questionnaires. The results show that 85% of students demonstrated improved comprehension and writing skills, while 45% were highly engaged, 40% moderately engaged, and 15% showed low engagement due to difficulty adapting to digital media. Challenges identified include technology adaptation (15%), classroom management issues, and extended instructional time. Despite these challenges, MPBKM significantly enhanced student motivation and critical thinking. To optimize its effectiveness, improvements in digital literacy training and structured implementation strategies are necessary. This study supports the integration of interactive multimedia-based learning models to improve student engagement and learning outcomes in Indonesian language education Keyword: Discovery learning, watching activities, merdeka curriculum, Indonesian language learning
Efektivitas Model Discovery Learning Berbasis Media Menonton dalam Meningkatkan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia (MPBKM) Angel, Rustiana; Masduki, Ahmad Fikri Aziz; Duryat, Masduki
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model Discovery Learning berbasis media menonton dalam meningkatkan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kandanghaur yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, tes pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas angket motivasi belajar, lembar observasi keterlibatan, dan soal kemampuan berpikir kritis. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan media layak digunakan, dengan tingkat kelayakan sebesar 96% dan efektivitas sebesar 84,64%. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol, dengan nilai N-Gain sebesar 0,45 (kategori sedang). Sebanyak 45% siswa sangat terlibat dalam pembelajaran, 40% cukup terlibat, dan 15% mengalami kesulitan adaptasi teknologi. Tantangan yang ditemukan meliputi manajemen waktu, kesiapan digital, dan kendala teknis. Secara keseluruhan, model ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Penelitian merekomendasikan peningkatan literasi digital dan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur untuk mendukung keberhasilan implementasi media di era digital.