Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG YANG DI PROSES SECARA BIOLOGIS (FERMENTASI) (LITERATUR REVIEW) Rahmadi, Muhammad Argi; Aurelline, Zhanubha Cinta; Hikmayanti, Dina; Agustin, Lisania Cahya; kholiza, kholiza
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 17 No. 2 (2025): Edisi Juli - Desember Tahun 2025
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v17i2.7853

Abstract

Limbah jagung, khususnya tongkol jagung, memiliki potensi besar sebagai pakan ternak namun terkendala oleh kandungan serat kasar tinggi (32,7%) dan protein rendah (2,8%). Studi ini mengevaluasi efektivitas teknologi fermentasi dan amoniasi dalam meningkatkan kualitas nutrisi limbah jagung melalui tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi dengan Aspergillus niger (6-14 hari) meningkatkan protein kasar hingga 8,49% dan menurunkan serat kasar menjadi 25,73%, sedangkan kombinasi amoniasi-fermentasi (amofer) selama 2 minggu meningkatkan protein kasar secara signifikan hingga 34,20%. Fermentasi menggunakan Yakult (21 hari) paling efektif menurunkan serat kasar hingga 16,39%. Pada ternak, pakan olahan limbah jagung meningkatkan pertambahan bobot harian sapi PO (0,82 kg/hari) dan kecernaan protein kasar kambing (63,69%). Teknologi pengolahan seperti perendaman filtrat abu sekam padi (FASP 20%) juga mengurangi lignin hingga 7,12%. Disimpulkan bahwa fermentasi dan amofer merupakan metode optimal untuk meningkatkan nilai gizi limbah jagung, dengan rekomendasi spesifik berdasarkan tujuan: amofer untuk protein, fermentasi Yakult untuk serat kasar, dan FASP untuk lignin. Implementasi teknologi ini mendukung keberlanjutan peternakan melalui pemanfaatan limbah pertanian yang efisien