Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan pada Mahasiswa Disabilitas dalam Mengelola Perilaku Hiperaktif NABILLAAHADYAH, RISKA
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 2 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i2.2025

Abstract

Abstrak: Mahasiswa penyandang autisme dengan kecenderungan hiperaktif menghadapi tantangan dalam mengikuti proses perkuliahan akibat kesulitan mengelola perhatian, emosi, dan perilaku impulsif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu mahasiswa autisme mengelola perilaku hiperaktif melalui pendekatan aktivitas visual-motorik yang terstruktur dan konsisten. Metode yang digunakan adalah pendampingan individual selama empat hari berturut-turut dengan kegiatan menggambar, mewarnai, menyalin materi kuliah, dan aktivitas fisik ringan (menyapu). Subjek adalah satu mahasiswa autis dengan gejala hiperaktif yang telah diidentifikasi melalui observasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan fokus, ketekunan, serta pengurangan perilaku impulsif. Pendekatan ini juga berhasil membentuk rutinitas sederhana dan meningkatkan kemandirian subjek dalam menyelesaikan tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas sederhana yang dikemas secara tepat dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberfungsian akademik dan sosial mahasiswa penyandang disabilitas. Kata Kunci: autisme, disabilitas, hiperaktif, pendampingan.
Pendampingan pada Mahasiswa Disabilitas dalam Mengelola Perilaku Hiperaktif NABILLAAHADYAH, RISKA
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 2 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i2.2025

Abstract

Abstrak: Mahasiswa penyandang autisme dengan kecenderungan hiperaktif menghadapi tantangan dalam mengikuti proses perkuliahan akibat kesulitan mengelola perhatian, emosi, dan perilaku impulsif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu mahasiswa autisme mengelola perilaku hiperaktif melalui pendekatan aktivitas visual-motorik yang terstruktur dan konsisten. Metode yang digunakan adalah pendampingan individual selama empat hari berturut-turut dengan kegiatan menggambar, mewarnai, menyalin materi kuliah, dan aktivitas fisik ringan (menyapu). Subjek adalah satu mahasiswa autis dengan gejala hiperaktif yang telah diidentifikasi melalui observasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan fokus, ketekunan, serta pengurangan perilaku impulsif. Pendekatan ini juga berhasil membentuk rutinitas sederhana dan meningkatkan kemandirian subjek dalam menyelesaikan tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas sederhana yang dikemas secara tepat dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberfungsian akademik dan sosial mahasiswa penyandang disabilitas. Kata Kunci: autisme, disabilitas, hiperaktif, pendampingan.
Resiliensi Mahasiswa Difabel Dalam Menjalani Perkuliahan Di Universitas Sahid Surakarta Nabillaahadyah, Riska; Ernawati, Sri; Musslifah, Anniez Rachmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mahasiswa difabel dalam menjalani perkuliahan di Universitas Sahid Surakarta. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari kesulitan dan beradaptasi dengan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan. Mahasiswa difabel menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tinggi, baik dari aspek akademik, sosial, maupun psikologis. Meskipun demikian, sebagian dari mereka mampu menunjukkan ketahanan diri yang kuat dalam menghadapi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada 6 informan utama (mahasiswa difabel) dan 2 informan pendukung. Wawancara dilakukan secara lisan maupun bantuan media tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa difabel terbentuk melalui tiga aspek utama berdasarkan teori Grotberg (1999), yaitu I Have (dukungan sosial dan fasilitas), I Am (penerimaan diri dan motivasi internal), dan I Can (kemampuan mengelola emosi dan memecahkan masalah). Faktor lingkungan kampus yang inklusif, dukungan dari keluarga dan teman, serta motivasi pribadi menjadi penentu utama dalam membentuk ketahanan diri mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga emosional dan sosial, guna mendukung keberhasilan mahasiswa difabel dalam menempuh pendidikan tinggi.