Ivan Prayogi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Kemacetan Di Jalan Sultan Alauddin Terhadap Produktivitas Kerja Masyarakat Kota Makassar Muh. Watif M.; Nayla; Ismi; Siti Nurfadillah; Ivan Prayogi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11033

Abstract

Kemacetan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi kota besar seperti Makassar, khususnya di Jalan Sultan Alauddin yang berfungsi sebagai jalan arteri primer. Aktivitas ekonomi yang tinggi, pertumbuhan penduduk, serta kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan tingginya volume kendaraan setiap hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji tingkat kemacetan di Jalan Sultan Alauddin dan dampaknya terhadap produktivitas kerja masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengguna jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutam pada jam masuk dan pulang kerja. Kondisi ini berdampak pada waktu tempuh yang panjang, kelelahan fisik dan mental, serta penurunan konsentrasi dalam bekerja. Masyarakat telah menerapkan berbagai strategi seperti berangkat lebih pagi dan menggunakan jalur alternatif, namun solusi ini belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menekankan pentingnya penanganan yang lebih serius dari pemerintah, seperti penertiban parkir liar, penambahan jalur alternatif, edukasi lalu lintas, serta pemanfaatan teknologi untuk memantau kondisi jalan.
Patterns of Medical Pluralism in Health-Seeking Behavior among Communities in Barru Regency, South Sulawesi, Indonesia Nurul Auliah Nasrullah; Nurgah Tandirerung; Ivan Prayogi; Ibrahim Arifin
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i3.337

Abstract

This study examines how medical pluralism shapes health-seeking behavior among communities in Barru Regency, South Sulawesi, by analyzing the roles of cultural beliefs, clinical experience, and economic as well as accessibility factors in treatment decision-making. Employing a qualitative descriptive–exploratory design, data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document review involving community members, traditional healers, and formal health practitioners. Thematic analysis identified three main findings: culturally grounded beliefs that legitimize traditional medicine as a holistic and spiritually meaningful initial reference; clinically based trust that positions biomedical services as the primary source of diagnostic certainty and the management of serious illness; and economic and accessibility considerations that influence the sequence and intensity of health service utilization. These findings indicate that health-seeking behavior in Barru Regency is characterized by a sequential and complementary pattern of medical pluralism rather than a dichotomous opposition between traditional and modern medicine. Theoretically, this study contributes to the literature on health-seeking behavior by conceptualizing medical pluralism as a contextual social strategy, while practically highlighting the importance of culturally sensitive and integrative health service approaches. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pluralisme medis membentuk perilaku pencarian pengobatan masyarakat di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dengan menelaah peran kepercayaan budaya, pengalaman klinis, serta faktor ekonomi dan aksesibilitas dalam pengambilan keputusan berobat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan telaah dokumen yang melibatkan masyarakat, penyembuh tradisional, dan tenaga kesehatan formal. Analisis tematik menunjukkan tiga temuan utama, yaitu kepercayaan berbasis budaya yang melegitimasi pengobatan tradisional sebagai rujukan awal yang holistik dan bermakna spiritual, kepercayaan berbasis pengalaman klinis yang menempatkan layanan biomedis sebagai sumber utama kepastian diagnosis dan penanganan penyakit serius, serta faktor ekonomi dan aksesibilitas yang memengaruhi urutan serta intensitas pemanfaatan layanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencarian pengobatan masyarakat Barru dicirikan oleh pola pluralisme medis yang berurutan dan saling melengkapi, bukan pertentangan antara sistem tradisional dan modern. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian health-seeking behavior dengan memosisikan pluralisme medis sebagai strategi sosial yang kontekstual, sementara secara praktis menegaskan pentingnya pendekatan layanan kesehatan yang integratif dan sensitif budaya.