Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COMPARATIVE ANALYSIS OF TAYLOR SWIFT FAN (SWIFTIES) ACTIVITY ON SOCIAL MEDIA Fariza, Muhammad Rio; Sofyan, Khoridho Abdillah
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 11 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v11i1.9985

Abstract

Taylor Swift is a multi-talented singer-songwriter and global superstar who has captivated audiences with heartfelt lyrics and catchy melodies that have attracted fans worldwide, including Indonesia. This study aims to explore and compare the activities of the Indonesian Taylor Swift fan community (Swifties) on social media. With a qualitative approach and content analysis methods, this study examines the interaction of Swifties on social media platforms such as X, Instagram, and TikTok. The data was collected from Swifties Indonesia's social media accounts, which have the most followers on each platform. The results showed that Swifties Indonesia showed a high level of interaction and participated in various activities, including promoting Taylor Swift's work, social campaigns, and fundraising. Swifties took to social media to share content related to Taylor Swift, creating a sense of community and solidarity among fans.
Habib Jafar's Role in Prophetic Communication on the “6 Religious Leaders Unite” Podcast Fariza, Muhammad Rio; Sofyan, Khoridho Abdillah
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 15 No. 2 (2025): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2025.15.2.218-240

Abstract

This study examines the articulation of prophetic communication values in interfaith dialogue as performed by Habib Jafar in the podcast Login, Season 2, Episode 6, titled “Pemuka Agama Jadi Satu di Lebaran” (“Religious Leaders Unite During Eid”). Employing qualitative content analysis, this research analyzes podcast transcripts alongside visual and non-verbal communication elements. The findings reveal that Habib Jafar operationalizes three core dimensions of prophetic communication, namely humanization, liberation, and transcendence. Humanization is enacted through empathetic engagement and contextual understanding of others’ lived experiences, while liberation is expressed by encouraging critical and independent thinking. Transcendence emerges through invitations to spiritual reflection and the cultivation of a deeper relationship with God. Through these communicative strategies, Habib Jafar conveys inclusive da‘wah messages that facilitate interfaith dialogue and foster mutual understanding across religious communities. This study contributes to communication and religious studies by demonstrating how prophetic communication can be strategically embedded in digital media to bridge interreligious divides and promote universal ethical values in a rapidly evolving information environment.
Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Upaya Pengurangan Limbah Rumah Tangga Worldailmi, Elanjati; Syamil, Muhammad Aydin; Putri, Salsabilla Yenda; Zukri, Azalia Ardine Mutiara; Sofyan, Khoridho Abdillah; Almadhia, Risha Sefilla; Umar, M.Zaki; Istikomah, Istikomah; Bintang, Elang Samudra; Ulinnuha, Nadya; Akbar, Huda Nur Ihsan Muhammad; Irfanudin, Muhammad Rifki
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss2.art4

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomis berupa lilin aromaterapi. Program dilaksanakan di Padukuhan Botokenceng dengan melibatkan masyarakat dan pemuda-pemudi setempat melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan identifikasi masalah, pengumpulan minyak jelantah, persiapan alat dan bahan, trial and error pembuatan produk, sosialisasi, praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi, serta evaluasi hasil kegiatan. Proses pembuatan lilin dilakukan dengan menyaring dan memurnikan minyak jelantah, kemudian mencampurkannya dengan stearic acid dan essential oil untuk menghasilkan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam seluruh tahapan kegiatan. Berdasarkan hasil observasi selama pelatihan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri dan menghasilkan produk dengan tekstur yang cukup padat, dapat menyala dengan stabil pada proses demonstrasi serta menghasilkan aroma yang memberikan efek relaksasi. Selain memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan limbah rumah tangga, kegiatan ini juga membuka peluang usaha kreatif berbasis daur ulang limbah yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.