Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Distribution Of Information On Independent Waste Management By The Creative Industry Of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) In Kampung Ketupat, Samarinda City As A Potential For Ecotourism Industry Based On Community-Based Research Model Helminasari, Shorea; Mustafa, Shakira; Arfan, Muhammad Edhil
Journal of Social Research Vol. 4 No. 8 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i7.2699

Abstract

Waste has become a serious global issue experienced by almost all regions of the world, including Indonesia. The prevailing stigma in waste management within society has been that the government handles waste from the source, to temporary disposal sites (TPS), and then to final disposal sites (TPA). Waste management is a major challenge often faced by urban communities, including the city of Samarinda. Samarinda has various destination areas with tourism and economic potential that attract the attention of local residents as well as international visitors. One such place is Kampung Ketupat, a tourism village located in Samarinda Seberang District, Mesjid Subdistrict, specifically in the Mangkupalas Road area. This area is officially managed by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), which reports that some residents still frequently dispose of waste into the river without proper waste disposal management. Kampung Ketupat has great potential to become a sustainable community-based ecotourism area. Strategic steps in distributing information related to independent waste management by involving creative industry players and local communities will not only help reduce environmental impacts but also increase public awareness of the importance of environmental sustainability as a tourism asset. Kampung Ketupat can serve as a model for community-based waste management in line with Samarinda City Regional Regulation Number 5 of 2021 concerning waste management. This activity aims to implement a community-based service model in Kampung Ketupat, Samarinda City, involving Pokdarwis as well as the local government. The activities include training, seminars, public discussions, and community awareness campaigns. Regular evaluations will be conducted to ensure the sustainability and success of this program. It is expected that the residents of Kampung Ketupat, Samarinda City, will be more actively involved in independent waste management and the creative industry as a potential ecotourism industry.
Digital Solidarity: Gerakan Filantropi Icare Kalimantan Timur Sebagai Gerakan Sosial Bebasis Media Sosial Helminasari, Shorea; Mustafa, Shakira; Arfan, Muhammad Edhil
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4832

Abstract

Perkembangan filantropi di Indonesia belum bisa dibilang telah sukses, karena hanya sebagian kelompok orang yang telah sadar mengenai pentingnya filantropi dalam perkembangan suatu Negara. Gerakan Filantropi dapat menyediakan dana atau advokasi untuk reformasi yang mendukung perubahan sosial. Lembaga nirlaba sering kali merupakan yang terbaik, dan garis pertahanan pertama terhadap banyak masalah sosial yang muncul. Hal ini tentu memicu persepsi sosial masyarakat bahwa organisasi nirlaba yang memiliki tujuan khusus secara penyediaan dana tidak berpatok pada keuntungan. Organisasi nirlaba yang bersifat non-profit lebih memiliki kekuatan dan mobilisasi sosial yang lebih efektif dibandingkan organisasi profit yang tentunya memiliki kepentingan sosial lebih dominan. Gerakan filantropi berbasis media sosial tentunya menjadi wujud realitas social movement yang perlu di pahami sebagai bagian dari pergerakan massa, dalam konteks media sosial sebagai sebuah media daring yang dapat dipergunakan satu sama lain untuk memudahkan interaksi, partisipasi dan wujud dalam menciptakan isi / konten jejaring sosial. Bahkan saat ini di era disrupsi digital peran media sosial dapat dikatakan sebagai centre of media. Media sosial sangat berperan dalam penyebaran informasi bagi masyarakat luas. Berangkat daripada fenomena dan permasalahan yang muncul dari dampak gerakan filantropi sosial berbasis media sosial inilah maka penulis sangat tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait bagaimana perspektif social movement melalui pola gerakan filantropi organisasi nirlaba iCare sebagai non-profit organization (NPO) berbasis media sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Harapannya penulis dapat memberikan kontribusi keilmuan dan temuan berbasis pengetahuan konstruktif sehingga tulisan ini mampu memberikan gambaran konkrit terkait program unggulan iCare Rumah Singgah yang kelak mampu bersinergi terhadap rekomendasi kebijakan pada tata kelola pengentasan kemiskinan yang harapan kedepan dapat menjadi temuan berkelanjutan dalam melibatkan organisasi nirlaba khususnya di Samarinda dan provinsi Kalimantan Timur pada umumnya.