Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Komunitas Mangrove di Bagian Barat Pulau Cempedak Kecamatan Kendawangan Kalimantan Barat Jordy, Roy; Nurrahman, Yusuf Arief; Apriansyah, Apriansyah
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94200

Abstract

Hutan mangrove merupakan kawasan hutan yang masih terpengaruhi oleh pasang surut air laut. Pulau Cempedak memiliki beberapa ekosistem pesisir, salah satunya yaitu hutan mangrove. Hutan mangrove di Pulau Cempedak tersebar dibeberapa kawasan yaitu bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas mangrove yang berada di Bagian Barat Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuadran transek dengan masing "“ masing kategori pertumbuhan yaitu tingkat pohon (20m x 20m), tiang (10m x 10m), pancang (5m x 5m) dan semai (2m x 2m). Terdapat lima jenis mangrove yang ditemukan yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia lanata, Bruguiera cylindrica, Xylocarpus granatum dan Heritiera littoralis. Jenis mangrove yang mendominasi yaitu Bruguiera gymnorrhiza total individu 80.000 individu/ha dan ditemukan diseluruh Stasiun dan seluruh kategori pertumbuhan dan nilai H"™ yang didapatkan berkisaran 0-1,42.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TRADER DALAM PRAKTIK CURANG BROKER PADA TRANSAKSI TRADING FOREX DI INDONESIA Jordy, Roy
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 5 (2025): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24716/fsdpkj42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelemahan regulasi dalam pengawasan terhadap praktik curang oleh broker forex di Indonesia, serta menyusun kerangka perlindungan hukum bagi trader ritel. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya penggunaan leverage tinggi oleh broker terhadap trader pemula tanpa edukasi risiko yang memadai, serta belum adanya batas leverage nasional yang eksplisit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan terhadap regulasi internasional seperti CFTC (Amerika Serikat), ESMA (Uni Eropa), dan FSA (Jepang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami kekosongan regulasi dalam aspek batas leverage, klasifikasi trader, hingga mekanisme pengawasan real-time, berbeda dengan negara lain yang telah menetapkan perlindungan proporsional berdasarkan risiko. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya regulasi batas leverage nasional, pembentukan klasifikasi trader, serta mekanisme pengawasan berbasis risiko.