Susanti, Resa Tri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Putra, Nusa Taruna; Harun, Lukman; Azwa, Andin Nur; Susanti, Resa Tri; Sa’diah; Sananiyah
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i3.461

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan yang dapat menimbulkan komplikasi serius, namun sering tidak terdeteksi di masyarakat, terutama di pedesaan. Desa Sungai Kali, dengan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan, menjadi lokasi yang tepat untuk pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini. Tujuan pelaksanaan PkM adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi, penyebab, gejala, dan pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung, ceramah, diskusi interaktif, serta penggunaan media pendukung seperti video edukatif dan infografis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Sungai Kali dan melibatkan ibu rumah tangga, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata Pre-test sebesar 57,56% dan Post-test meningkat menjadi 75,56%. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pola makan sehat, dan peningkatan aktivitas fisik untuk pencegahan hipertensi. Program ini berdampak positif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, untuk masa depan, disarankan agar materi edukasi diperbaharui secara berkala, memanfaatkan teknologi digital untuk jangkauan lebih luas, serta melakukan tindak lanjut yang lebih intensif untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Hubungan Antara Internalisasi Standar Kecantikan dengan Body Shaming Pada Siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin Susanti, Resa Tri; Agustini, Meti; Syafwani, Muhammad; Anwari, Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24873

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a time when a person is developing and is easily influenced by their surroundings, especially in terms of how others judge their physical appearance. Exposure to beauty standards from social media, peers, and the surrounding environment can cause adolescent girls to accept these standards as normal, which may make them feel inferior or insult their own bodies. This study aims to determine the relationship between how female students at SMA Negeri 8 Banjarmasin accept beauty standards and their experiences of body shaming. This study used a quantitative approach with a cross-sectional study. The sample consisted of 220 female students selected using a proportional stratified random sampling technique. The instruments used were the*Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) questionnaire and the *Objectified BodyConsciousness Scale* (OBCS) scale. Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed that mostrespondents were in the category of moderate internalization of beauty standards (66.4%) and moderate body shaming (91.8%). The results of the statistical test showed a p value = 0.047 ( p  0.05 ) with a correlation of r =0.134, which means there is a significant relationship with a weak correlation strength and a positive direction between the internalization of beauty standards and body shaming. The conclusion of this study shows that there isa positive relationship between the internalization of beauty standards and body shaming behavior, although the strength of the relationship found is relatively weak. Keywords: Internalization of Beauty Standards, Body Shaming, Adolescent Girls.  ABSTRAK Masa remaja adalah masa di mana seseorang sedang berkembang dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, terutama dalam hal bagaimana orang lain menilai penampilan fisik mereka. Paparan tentang standar kecantikan yang berasal dari media sosial, teman sebaya, dan lingkungan sekitar bisa membuat remaja perempuan menerima standar tersebut sebagai hal yang normal, yang mungkin membuat mereka merasa rendah diri ataumenghina tubuh sendiri. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana hubungan antara cara siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin menerima standarkecantikan dengan pengalaman mereka terkena body shaming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 220 siswi yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak stratifikasi proporsional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner *Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) dan skala *Objectified Body Consciousness Scale* (OBCS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori internalisasi standar kecantikan yang sedang (66,4%) dan body shaming yang sedang (91,8%). Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,047 ( p 0,05 ) dengan korelasi r = 0,134, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif antara internalisasi standar kecantikan dan body shaming. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara internalisasi standar kecantikan dengan perilaku body shaming, meskipun kekuatan hubungan yang ditemukan tergolong lemah. Kata Kunci: Internalisasi Standar Kecantikan, Body Shaming, Remaja Putri.