Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Customary Law in Settlement of Social Problems in the Middle of the Globalization Era Damayanti, Sri; Ihsan Kurnia, Fajar; Labibah, Salma; Yulmaniar Putri, Hanifah
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v23i2.461

Abstract

Abstract The era of globalization brings great challenges to indigenous peoples, especially in their efforts to maintain traditional values ​​amidst rapid social, economic and cultural changes. This article discusses the influence of customary law in resolving social problems in the era of globalization, including its role, challenges and relevance amidst modern dynamics. Customary law, which is rooted in local wisdom, has a crucial role in handling agrarian conflicts, preserving the environment, and strengthening the cultural identity of indigenous peoples. Nevertheless, customary law faces various challenges, such as modernization pressures, global cultural influences, and a lack of formal recognition by the state. These challenges often threaten the sustainability of customary law, especially in societies increasingly affected by cultural homogenization and shifting values. In this context, this article highlights the importance of formal recognition of customary law by the government and the need for education based on local wisdom to preserve traditional values. Through a collaborative approach between the government, indigenous communities and other parties, customary law can continue to be a relevant instrument in resolving social problems and maintaining cultural harmony amidst the challenges of globalization. Thus, customary law not only functions as a conflict resolution mechanism but also as a support for cultural identity and diversity in Indonesia. Keywords: Customary Law, Social Issues, Globalization
TEKNIK MULAZAMAH DENGAN DUDUK BERSILA DILANTAI DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN Rosyidah, Rosifatur Rosyidah; Shiddiq, Aulia Rahma; Labibah, Salma
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art13

Abstract

Penelittian ini menelaah teknik mulazamah yang dalam praktiknya sering dilakukan dengan duduk bersila di lantai dalam durasi yang relatif panjang, serta implikasinya dari perspektif kesehatan. Penelitian menggunakan tinjauan pustaka naratif-terstruktur dengan menelusuri literatur terkait (1) mulazamah dalam tradisi pembelajaran pesantren dan (2) kajian kesehatan/ergonomi tentang duduk lantai, postur bersila, perilaku duduk statis, dan keluhan muskuloskeletal. Hasil sintesis menunjukkan bahwa duduk bersila di lantai yang dipertahankan lama berpotensi berkaitan dengan keluhan seperti pegal pada punggung bawah, ketegangan otot, rasa kebas, dan ketidaknyamanan pada panggul atau lutut, terutama bila postur cenderung membungkuk, tumpuan tidak seimbang, serta minim variasi posisi. Dalam konteks mulazamah, faktor adab dan kekhidmatan majelis dapat membuat peserta didik menahan gerak sehingga durasi postur statis meningkat. Kajian ini merekomendasikan strategi yang tetap selaras dengan adab mulazamah: edukasi postur duduk yang lebih tegak dan seimbang, variasi posisi dan pergantian silang kaki, penggunaan alas duduk/penyangga kitab yang sederhana, serta penerapan microbreak singkat dan tertib pada titik transisi materi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan postur agar mulazamah berkelanjutan dan lebih ramah kesehatan.