Penelittian ini menelaah teknik mulazamah yang dalam praktiknya sering dilakukan dengan duduk bersila di lantai dalam durasi yang relatif panjang, serta implikasinya dari perspektif kesehatan. Penelitian menggunakan tinjauan pustaka naratif-terstruktur dengan menelusuri literatur terkait (1) mulazamah dalam tradisi pembelajaran pesantren dan (2) kajian kesehatan/ergonomi tentang duduk lantai, postur bersila, perilaku duduk statis, dan keluhan muskuloskeletal. Hasil sintesis menunjukkan bahwa duduk bersila di lantai yang dipertahankan lama berpotensi berkaitan dengan keluhan seperti pegal pada punggung bawah, ketegangan otot, rasa kebas, dan ketidaknyamanan pada panggul atau lutut, terutama bila postur cenderung membungkuk, tumpuan tidak seimbang, serta minim variasi posisi. Dalam konteks mulazamah, faktor adab dan kekhidmatan majelis dapat membuat peserta didik menahan gerak sehingga durasi postur statis meningkat. Kajian ini merekomendasikan strategi yang tetap selaras dengan adab mulazamah: edukasi postur duduk yang lebih tegak dan seimbang, variasi posisi dan pergantian silang kaki, penggunaan alas duduk/penyangga kitab yang sederhana, serta penerapan microbreak singkat dan tertib pada titik transisi materi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan postur agar mulazamah berkelanjutan dan lebih ramah kesehatan.
Copyrights © 2026