Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Pasien dengan Penyakit Kardiovaskuler: Tinjauan Literatur Lailya Khusna; Erwan Ahmad; Pratiwi Christa Simarmata
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i01.1080

Abstract

Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama morbiditas, disabilitas dan kematian dini diseluruh dunia. Faktor resiko yang memperberat adalah gaya hidup yang tidak seimbang. Semakin tinggi angka kejadian penyakit kardiovaskuler, kualitas hidup pasien terancam semakin memburuk. Beberapa hal yang dapat mempengaruhinya adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti terkait faktor faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pasien dengan penyakit kardiovaskuler. Menggunakan pedoman PRISMA dan melalui proses seleksi berdasarkan kriteria yang ditentukan, ditetapkan sebanyak 6 artikel yang sesuai untuk direview. Diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur antara lain nyeri, dyspnea, palpitasi, kelelahan, insomnia, ritme aktifitas-istirahat, obstructive sleep apnea, kurangnya aktifitas fisik, masalah psikologis, dan pengobatan. oleh karenanya, perlu dtekankan bahwa diperlukan strategi lanjutan sebagai acuan pengembangan keilmuan agar kualitas tidur pasien stabil.
MANAJEMEN ANXIETAS PADA LANSIA DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI GEDUNG PUSAT KEGIATAN PENYANTUNAN USIA LANJUT ‘AISYIYAH KOTA SURAKARTA Noviana Ayu Ardika; Sitti Rahma Soleman; Lailya Khusna
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jpk.v2i02.20

Abstract

Kecemasan lansia adalah masalah paling umum yang kita hadapi di lingkungan kita saat ini. Sebagian besar lansia mengalami kecemasan seiring bertambahnya usia. Pada lansia, tahap awal adalah tingkat kecemasan terbesar. Dalam kondisi di era digital, dimana tuntutan finansial semakin meningkat dan banyak lansia yang tidak terawat oleh keluarganya karena sibuk dengan pekerjaan, terutama di perkotaan. Lansia berada dalam masa penurunan biologis dengan berbagai penyakit seperti penurunan system organ, serta penurunan kesadaran, juga kecemasan bahwa setiap orang akan mati di usia tua, menjadikan kecemasan sebagai masalah psikologis yang penting bagi lansia. Permasalahan tersebut menjadi hal serius pada lansia yang tidak mendapatkan perhatian oleh keluarganya terutama yang tinggal di panti social. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat agar para lansia dapat mengurangi kecemasan dengan cara relaksasi otot progresif secara mandiri. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan dan demontrasi latihan terapi relaksasi otot progresif di Gedung Pusat Kegiatan Penyantunan Usia Lanjut ‘Aisyiyah Surakarta yang dilaksanakan bulan Februari 2023. Hasil dari pengabdian masyarakat setelah dilakukan latihan terapi relaksasi otot progresif pada lansia mengalami peningkatan pengetahuan dan dapat melakukan secara mandiri.
Barcode Discharge: Langkah Cerdas Menjaga Keselamatan Pasien Saat Pulang Erwan Ahmad; Dwi Nopriyanto; Pratiwi Christa Simarmata; Lailya Khusna
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi digital dalam discharge planning merupakan solusi strategis untuk meningkatkan mutu edukasi pasien dan efisiensi pelayanan keperawatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan proses discharge planning di ruang rawat inap Karang Asam RSUD I.A. Moeis, Kota Samarinda, melalui pemanfaatan media edukasi digital berbasis barcode. Kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan community development dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim menyusun materi edukasi berbasis penyakit mayoritas yang dirawat di ruangan. Materi dikemas dalam bentuk leaflet digital yang dapat diakses melalui barcode pada flipchart edukatif yang diletakkan di nurse station. Tahap pelaksanaan melibatkan perawat dalam penyampaian edukasi dan pendampingan pasien serta keluarga dalam mengakses informasi melalui barcode. Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman pasien dan kemampuan menggunakan media digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi ini efektif meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga terhadap informasi kesehatan, meskipun terdapat hambatan pada kelompok lanjut usia dalam penggunaan teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas discharge planning dan dapat direplikasi di ruang rawat inap lainnya dengan adaptasi sesuai kebutuhan.