Nabilah, Puji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Psikologis Anak Dari Keluarga Bercerai: Studi Kasus Pada Mahasiswa Dalam Keluarga Broken Home di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Hendriani , Mira Rizalia; Nabilah, Puji; Zulfa, Salwa Indana; Mulyawan, Galuh
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.361

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis yang dialami oleh seorang mahasiswi dari keluarga broken home yang menghadapi pengalaman traumatis akibat perceraian orang tua, konflik keluarga yang berkepanjangan, dan ketidakhadiran figur pengasuh utama. Sejak kecil, subjek mengalami pengabaian emosional karena ibunya bekerja di luar negeri dan menyaksikan kekerasan verbal serta emosional dalam keluarga. Ketidakstabilan keluarga, perselingkuhan, dan kegagalan pernikahan ulang semakin memperkuat perasaan kesepian, keterasingan emosional, serta kesulitan membangun kepercayaan interpersonal. Dampak psikologis yang muncul meliputi kecemasan, depresi, hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup. Meskipun menghadapi tantangan berat, dukungan sosial dari teman dan keterlibatan dalam aktivitas kampus membantu subjek membangun ketahanan emosional. Studi ini menekankan pentingnya intervensi psikososial berkelanjutan untuk mendukung individu dari keluarga broken home dalam mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal. This study explores the psychological dynamics experienced by a female university student from a broken home who endured traumatic experiences due to parental divorce, ongoing family conflict, and the absence of a primary caregiver. Since childhood, the subject faced emotional neglect due to her mother working abroad and was exposed to verbal and emotional violence within the household. The instability of the family, infidelity, and a failed remarriage further contributed to the subject’s feelings of loneliness, emotional detachment, and difficulty in building interpersonal trust. The psychological impact manifested in anxiety, depression, and even suicidal ideation. Despite these challenges, social support from peers and involvement in campus activities helped the subject develop emotional resilience. This study highlights the importance of continuous psychosocial interventions to support individuals from broken families in achieving optimal psychological well-being.  
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (INKLUSI KOGNITIF) Hendriani, Mira Rizalia; Nabilah, Puji; Asi, Rindi Santi; Mulani, Ratu Emillyan; kurniawati, Devi ayu; Hamzah, Amaylia Rosyida
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10712

Abstract

Students with special needs, particularly those with cognitive impairments, require optimal support in both instructional and social environments. In the context of inclusive education, peer support is a crucial factor in facilitating the learning process and enhancing learning motivation. This study aims to analyze the role of peers in improving the learning motivation of students with cognitive impairments at SMA Negeri 8 Kota Serang. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews. The research subjects consisted of one student with special needs (MC) and three of their peers from the same class. The findings indicate that students with cognitive impairments experience difficulties in understanding learning materials, particularly abstract concepts, thus requiring support from their social environment. Peers play a significant role in enhancing learning motivation through emotional support, academic assistance, and positive social interactions. These contributions lead to increased self-confidence, greater engagement in learning activities, and improved ability to adapt to the classroom environment.                                                                 ABSTRAK Siswa berkebutuhan khusus, khususnya dengan hambatan kognitif, memerlukan dukungan optimal baik dalam aspek pembelajaran maupun lingkungan sosial. Dalam konteks pendidikan inklusif, teman sebaya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa berkebutuhan khusus dengan hambatan kognitif di SMA Negeri 8 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa berkebutuhan khusus berinisial MC dan tiga teman sebayanya dalam satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan hambatan kognitif mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, terutama yang bersifat abstrak, sehingga membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial. Teman sebaya berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar melalui dukungan emosional, bantuan akademik, dan interaksi sosial yang positif. Peran tersebut berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam pembelajaran, serta kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kelas.