Broken home, yang juga dikenal sebagai krisis keluarga, adalah saat keluarga tidak lagi bahagia dan tidak berfungsidengan baik. Komunikasi dua arah di dalam keluarga broken home sudah tidak ada lagi karena putusnya komunikasidiantara anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan komunikasi interpersonal antara orangtua dengan anak pada keluarga broken home yang terjadi di desa Sunten Jaya yang terletak di provinsi Jawa Barat.Teori yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 6 stage relationship dari Devito (2022). Metode penelitianyang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Husserl. Penelitian kualitatif merupakanpenelitian yang melibatkan langsung peneliti dengan objek yang sedang diteliti, sehingga menghasilkan pemahamanmendalam terhadap kondisi yang sedang terjadi. Maka dari, itu penelitian ini berfokus pada memahami danmenggambarkan fenomena yang terjadi di desa sunten jaya. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonalyang terjadi antara orang tua dengan anak broken home efektif meskipun memiliki tahapan yang tidak beraturan.Tidak adanya pembubaran dari hasil penelitian dari ketiga keluarga informan tersebut namun, ada satu keluarga yangkomunikasinya berjalan dengan efektif tetapi tidak adanya keterlibatan secara emosional sehingga komunikasi yangterjalin pun hanya sebatas komunikasi harian saja. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, keluarga broken home, tahapan komunikasi interpersonal.