Jelita Noviyanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Swot Pemanfaatan Media Sosial Youtube Untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Bhineka Tunggal Ika Jelita Noviyanti; Achmat Mubarok
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g6kame52

Abstract

The development of digital technology, particularly YouTube, offers significant opportunities to support the Islamic Religious Education (PAI) learning process at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School. However, its use in the school environment still faces several challenges, such as limited internet access, distraction from entertainment content, lack of supervision, and teachers' suboptimal digital competency in using this platform. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of YouTube's use in Islamic Religious Education (PAI) learning and to formulate effective strategies to optimize its use. The approach used was qualitative with descriptive methods. Data were obtained through observation, interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers, and documentation at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School. The analysis was conducted thematically using constructivist theory. The results of this study aim to analyze the Strengths, Opportunities, Weaknesses, and Threats of YouTube's Use in Islamic Religious Education (PAI). The use of YouTube at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School offers strengths such as flexible access, engaging visual-audio displays, and diverse Islamic content. The opportunities lie in its support for independent and thematic learning. Weaknesses include limited infrastructure, distractions from entertainment content, low teacher digital literacy, and the threat of messy writing. Strategies to Address Threats to YouTube's Use in Islamic Religious Education (PAI) include media misuse and student dependency through improving teachers' digital competencies, structured lesson planning, and regular mentoring and evaluation. This strategy aligns with the principles of social constructivism, which emphasize active student participation and teacher guidance. Abstrak Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial YouTube, memberikan peluang besar dalam mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Bhinneka Tunggal Ika. Namun, pemanfaatannya di lingkungan sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses internet, distraksi dari konten hiburan, kurangnya pengawasan, serta kompetensi digital guru yang belum optimal dalam menggunakan platform ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari penggunaan YouTube dalam pembelajaran PAI, serta merumuskan strategi efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatannya Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskrptif, Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, dan dokumentasi di SMP Bhinneka Tunggal Ika. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan teori konstruktivisme. Hasil penelitian bertujuan menganalisis Kekuatan, Peluang, Kelemahan dan Ancaman Pemanfaatan YouTube dalam Pembelajaran PAI Pemanfaatan YouTube di SMP Bhinneka Tunggal Ika memiliki kekuatan berupa akses fleksibel, tampilan visual-audio menarik, dan konten islami yang beragam. Peluangnya terletak pada dukungan terhadap pembelajaran mandiri dan tematik. Adapun kelemahannya mencakup keterbatasan infrastruktur, distraksi konten hiburan, dan rendahnya literasi digital guru dan ancaman yang terbilang tulisan berubah tidak rapi. Strategi untuk Mengatasi Ancaman Pemanfaatan YouTube dalam Pembelajaran PAI ancaman seperti penyalahgunaan media dan ketergantungan siswa diatasi melalui peningkatan kompetensi digital guru, perencanaan pembelajaran yang terstruktur, serta pendampingan dan evaluasi rutin. Strategi ini selaras dengan prinsip konstruktivisme sosial yang menekankan peran aktif siswa dan bimbingan guru.