Suparna, Ketut
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Aspects of Occupational Health and Safety in Healthcare Facilities Suparna, Ketut
West Science Law and Human Rights Vol. 3 No. 03 (2025): West Science Law and Human Rights
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wslhr.v3i03.2113

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a fundamental legal and ethical mandate designed to protect workers, especially in high-risk environments such as healthcare facilities. Despite the existence of a solid legal framework in Indonesia—including Law No. 1 of 1970 and Ministry of Health Regulations No. 66/2016 and No. 52/2018—national data reveal a continued rise in workplace accidents and occupational diseases, with needlestick injuries (NSIs) representing a prominent and alarming hazard. This study investigates the legal and ethical dimensions of OHS implementation in healthcare service facilities, analyzing systemic gaps between regulatory provisions and practical enforcement. Factors such as high workload, lack of safety-engineered devices, underreporting of incidents, and inadequate regulatory oversight contribute to persistent occupational risks. Ethically, the ongoing prevalence of avoidable incidents like NSIs raises serious questions about the institutional responsibility to uphold principles of non-maleficence, justice, and professional duty of care. The study concludes with legal and ethical recommendations to enhance enforcement mechanisms, bridge compliance gaps, and build a holistic safety culture in healthcare settings.
Asas Itikad Baik Dalam Kasus Penolakan Klaim BPJS Berdasarkan Teori Lawrenn Suparna, Ketut; ketut, suparna
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v4i03.2514

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan asas itikad baik dalam praktik penolakan klaim oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan menggunakan kerangka teori sistem hukum Lawrence M. Friedman. Penolakan klaim oleh BPJS yang sering kali bersifat sepihak, tidak transparan, dan tidak komunikatif menimbulkan keresahan hukum dan sosial di tengah masyarakat. Asas itikad baik, sebagai prinsip dasar dalam hukum administrasi dan pelayanan publik, menuntut penyelenggara layanan bertindak secara jujur, adil, dan bertanggung jawab terhadap peserta. Berdasarkan teori Friedman yang mencakup struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum, ditemukan bahwa sistem layanan BPJS belum mencerminkan prinsip-prinsip tersebut secara utuh. Struktur BPJS cenderung birokratis dan minim pengawasan, substansi hukumnya belum memberi ruang penyelesaian sengketa yang adil, dan budaya hukumnya belum sepenuhnya humanis. Implikasi dari pengabaian asas ini meliputi ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan sosial, serta menurunnya legitimasi BPJS sebagai institusi publik. Penelitian ini merekomendasikan pembenahan regulasi internal BPJS, peningkatan etika dan kompetensi petugas, serta pembentukan mekanisme penyelesaian sengketa yang adil dan partisipatif.