Carrissa Regina Shafi Candraningtyas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Perkuatan Struktur Gedung dengan Rangka Bresing Eksentrik terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam Carrissa Regina Shafi Candraningtyas; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Ir. Roland Martin Simatupang, ST., MT., M.Sc 4. Hasil Akhir Skripsi :
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur gedung bertingkat di Indonesia rentan terhadap deformasi tidak teratur akibat ketimpangan kekakuan, terutama pada area evakuasi yang diperkuat dinding beton bertulang (dinding geser). Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan, memicu ketidakberaturan torsi saat terjadi gempa. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan rangka bresing eksentrik (RBE) terhadap perilaku seismik struktur, khususnya pada ketidakberaturan torsi, simpangan, dan gaya-gaya dalam. Analisis dilakukan secara komparatif terhadap empat varian model struktur gedung bertingkat tujuh, dengan satu model eksisting tanpa RBE dan tiga model lainnya mengintegrasikan RBE dengan variasi panjang link horizontal (50 cm, 100 cm, dan 150 cm). Hasil menunjukkan bahwa model dengan RBE ber-link 50 cm (Model 2) memberikan kinerja paling optimal, mereduksi eksentrisitas hingga 30,15%, menurunkan simpangan antar lantai hingga 70%, serta menurunkan klasifikasi ketidakberaturan torsi dari kategori B menjadi A. Penambahan RBE juga menyebabkan redistribusi gaya dalam, dengan peningkatan gaya aksial dan geser pada area bresing, serta penurunan gaya pada elemen struktur utama lainnya. Panjang link yang lebih besar (100 cm dan 150 cm) justru menurunkan efektivitas kontrol deformasi. Dengan demikian, pemilihan konfigurasi RBE yang tepat berperan penting dalam perbaikan kinerja seismik gedung bertingkat dengan ketimpangan kekakuan.