Proyek konstruksi jembatan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat berdampak serius terhadap keberhasilan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko K3 pada pekerjaan konstruksi Jembatan 9 STA 20+539 Tol Akses Patimban menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta mengintegrasikan hasilnya ke dalam Building Information Modeling (BIM) guna menghasilkan safety schedule yang mendukung perencanaan keselamatan. Hasil analisis FMEA menunjukkan 26 risiko K3 yang diklasifikasikan menjadi 6 risiko tinggi, 14 risiko sedang, dan 6 risiko rendah. Risiko tertinggi adalah terjepit saat proses pemancangan dengan nilai RPN sebesar 57,5. Hasil tersebut diintegrasikan ke dalam model BIM 3D menggunakan Revit dan plugin Dynamo untuk menghasilkan safety schedule otomatis, yang kemudian divisualisasikan dalam simulasi 4D pada Navisworks. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA dan BIM dapat menjadi pendekatan efektif dalam merencanakan dan mengelola risiko K3 secara visual dan sistematis pada proyek konstruksi jembatan. Kata kunci : Building Information Modeling, Failure Mode and Effect Analysis, Konstruksi Jembatan, Risiko K3, Safety Schedule