The objective of this study is to analyze the accuracy of morpheme usage in short story compositions written by Ninth Grade students at MTs (Islamic Junior High School) Baitul Muslim Kalibagor, Kalibagor Sub-district, Banyumas. A morpheme is the smallest unit of language that plays a role in the study of words, word formation, and word structure, and is examined through the field of morphology. This research employs a qualitative descriptive approach, as the data analyzed consists of sentences containing morphemes. The data were collected through observation techniques, specifically by reading students' short stories and identifying linguistic forms containing morphemes. Subsequently, the data were documented and classified based on the area of analysis, namely the accuracy of morpheme usage. The documentation and analysis process was carried out with reference to the classification of morpheme types, including free and bound morphemes, simplex and complex morphemes, segmental and suprasegmental morphemes, lexical and non-lexical morphemes, as well as root words, stems, and bases. This study is expected to contribute to the development of morphological studies in the Indonesian language and serve as a reference source for language learning, both in academic and practical contexts. ABSTRAK Tujuan penelitian iniĀ adalah untuk melakukan analisis ketepatan penggunaan morfem yang terdapat pada karya tulis cerita pendek siswa kelas IX (Sembilan) di MTS Baitul Muslim Kalibagor, Kalibagor, Banyumas. Morfem adalah unit terkecil dari satu bahasa tentang bagaimana menyelidiki kata, pembentukan kata, dan struktur kata yang dapat dipelajari melalui morfologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang dikaji berupa kalimat-kalimat yang memiliki morfem. Data diperoleh melalui teknik simak dengan membaca cerpen karya siswa dan mengidentifikasi bentuk kebahasaan yang memuat morfem. Setelah itu, data dicatat dan diklasifikasikan berdasarkan bidang kajian, yaitu ketepatan penggunaan morfem. Proses dokumentasi dan analisis dilakukan dengan mengacu pada klasifikasi jenis morfem, meliputi morfem bebas dan morfem terikat, morfem utuh dan morfem terbagi, morfem segmental dan morfem suprasegmental, morfem bermakna leksikal dan tidak bermakna leksikal, serta morfem dasar, bentuk dasar, pangkal (stem), dan akar (root). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian morfologi bahasa Indonesia dan menjadi sumber referensi untuk pembelajaran bahasa, baik di lingkungan akademik maupun praktis.