Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fatwa Dewan Syariah Wahdah Islamiyah No. D.027/QR/DSR-WI/VII/1435 Tentang Kegiatan Dakwah Muslimah di Malam Hari: Analysis of the Fatwa of the Wahdah Islamiyah Sharia Council No. D.027/QR/DSR-WI/VII/1435 Regarding Muslimah Da'wah Activities at Night Muttazimah, Muttazimah; Iskandar, Iskandar; Riska Amalia Putri
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 5 No. 3 (2024): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v5i3.1728

Abstract

Da'wah is a duty for every Muslim, including women, as a reflection of gender equality in Islam. However, Muslim women must adhere to the principles of Sharia. Fatwa DSR-WI No. D.027/QR/DSR-WI/VII/1435 establishes guidelines and limitations to be observed when engaging in da'wah, especially at night, to uphold the dignity, modesty, and welfare of Muslim women in both this world and the Hereafter. This study analyzes the fatwa and methods of ijtihad related to nighttime da'wah activities for Muslim women. The issues examined include the analysis of the fatwa and the ijtihad methodology of the Wahdah Islamiyah Sharia Council regarding women’s da'wah at night. Using a descriptive qualitative approach based on literature studies and normative and social methods, this study found that the Sharia Council’s fatwa on women’s nighttime da'wah is grounded in public welfare, referencing the Qur'an, hadith, fiqh principles, and maqāṣid al-sharī'ah, emphasizing the importance of safety, morality, and the prevention of harm. The Sharia Council applies a systematic ijtihad methodology to ensure relevance and practical application in daily religious life. This study contributes to a deeper understanding of ijtihad methodology, fiqh principles, and maqāṣid al-sharī'ah, while providing practical guidance for female da'wah activists in developing policies and effective da'wah programs.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa.