Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Gejala Fonologis pada Pemerolehan Bahasa Anak Usia 4 Tahun: Kajian Psikolinguistik decinta
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i2.3066

Abstract

Penelitian ini secara mendalam menganalisis gejala fonologis yang terjadi pada proses pemerolehan bahasa seorang anak perempuan berusia 4 tahun, Sopia Almahira, dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik yang berorientasi pada metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi penutur dan perekaman ujaran langsung pada anak tersebut dalam interaksi sehari-hari, yang kemudian dianalisis secara cermat untuk mengidentifikasi pola penghilangan dan perubahan fonem dalam ujarannya. Hasil analisis menunjukkan adanya berbagai contoh penghilangan dan perubahan fonem yang signifikan, termasuk penghilangan kata "mobil" menjadi "obil" dan perubahan kata "mandi" berubah menjadi "badi," menunjukkan adanya kesulitan yang dialami anak dalam menguasai produksi fonem-fonem tertentu dalam bahasa Indonesia. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai indikasi dari kesulitan yang umum dialami anak usia 4 tahun dalam menguasai alat-alat artikulasi dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana anak-anak memperoleh bahasa dari sudut pandang psikolinguistik, menghubungkan aspek kognitif, biologis, dan lingkungan dalam perkembangan bahasa. Hasilnya bisa menemukan masalah dalam pertumbuhan bahasa dan menjadi landasan untuk menciptakan intervensi pendidikan yang sesuai. Kajian ini menunjukkan betapa pentingnya memahami perkembangan fonologi pada anak usia dini, menekankan peran lingkungan keluarga dan interaksi sosial dalam pembentukan pola ujaran. Hasil penelitian data sebanyak 47 ujaran yang dianalisis secara detail, memberikan gambaran yang komprehensif pada pemahaman proses pemerolehan fonologi bahasa Indonesia pada anak usia 4 tahun.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Pada Siswa Kelas 4 & 5 Di SD Negeri 10 Palangkaraya Decinta; Maria Adelheid Ensia; Suryagustina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.198

Abstract

Latar Belakang : Masalah gigi dan mulut pada anak SD masih sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Anak belum memahami waktu dan teknik yang benar. Salah satu solusi yang efektif adalah metode demonstrasi, karena siswa bisa langsung melihat dan mempraktikkan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri 10 Palangka Raya dalam menyikat gigi yang benar. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental (pra-experimental design) dengan pendekatan kuantitatif, dan jenis desain one group pretest-posttest design. Desain ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (≤ 0,05) sehingga hipotesis H1 diterima. Artinya, terdapat penga ruh yang signifikan dari pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa dalam menyikat gigi yang benar. Sementara itu, hasil analisis yang sama juga menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (≤ 0,05), sehingga hipotesis H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan siswa dalam melakukan praktik menyikat gigi yang benar. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada siswa. Diharapkan metode ini dapat diterapkan di sekolah sebagai bentuk Pendidikan kesehatan sejak usia dini.