Fenomena childfree semakin berkembang di media sosial X sebagai bentuk pengungkapan diri perempuan terhadap pilihan hidupnya. Meski masih dianggap tabu, media sosial membuka ruang diskusi, identitas, dan kritik terhadap norma patriarki, sehingga penting diteliti sebagai bagian dari perubahan komunikasi dan konstruksi sosial yang membentuk sebuah realitas sosial di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengungkapan pilihan perempuan menjadi 'childfree womens' melalui konten di media sosial X dan bagaimana isu tersebut berkembang menjadi sebuah realitas sosial baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi untuk mengkaji pengungkapan pilihan childfree oleh perempuan di media sosial X melalui tiga akun, dengan fokus pada interaksi, dinamika komunitas daring, serta makna sosial yang terbentuk dalam diskusi terkait fenomena tersebut. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap akun @fl***bloom, @p***mnty, dan @t***baba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menjadi childfree dilatarbelakangi oleh faktor pendidikan, kesehatan mental, pertimbangan ekonomi, serta trauma masa kecil. Melalui pengungkapan pilihan childfree, media sosial digunakan oleh perempuan sebagai ruang untuk membentuk identitas, berbagi pengalaman, dan membangun solidaritas sesama perempuan. Selain itu, media sosial turut membentuk isu childfree menjadi sebuah realitas sosial baru melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Meskipun menghadapi stigma sosial, diskusi mengenai childfree berkembang sebagai wacana alternatif yang menantang norma tradisional dan memperlihatkan peran media sosial sebagai medium perubahan sosial.