Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN UI/UX APLIKASI KEUANGAN PRIBADI BERBASIS ANDROID DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING Febi Yasintabella
Journal of Computer Science and Information Technology Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jcsit.v2i3.2849

Abstract

ABSTRACT Manajemen keuangan pribadi merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, namun masih banyak individu yang mengalami kesulitan akibat kurangnya kesadaran dan keteraturan dalam mencatat pengeluaran. Penelitian ini bertujuan merancang antarmuka aplikasi pencatat pengeluaran keuangan pribadi berbasis Android dengan pendekatan Design Thinking untuk menghasilkan solusi yang berfokus pada kebutuhan dan pengalaman pengguna. Metode Design Thinking diterapkan dalam lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Data dikumpulkan melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada 15 responden dari berbagai latar belakang. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi kebiasaan lupa mencatat transaksi, tampilan aplikasi yang tidak intuitif, serta ketiadaan fitur pengingat. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan solusi berupa antarmuka yang minimalis, navigasi berbasis ikon, fitur pengingat, dan visualisasi laporan keuangan dalam bentuk diagram. Prototipe antarmuka dibuat menggunakan Figma dan diuji menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 88,2, menandakan bahwa antarmuka aplikasi dinilai baik dari segi kegunaan, kenyamanan, dan kepuasan pengguna. Dengan demikian, pengembangan aplikasi ini berhasil memenuhi harapan pengguna tanpa perlu dilakukan perbaikan ulang, Aplikasi ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencatat dan mengelola keuangan pribadi secara digital.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN DAN LIMIT PINJAMAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT PADA KSPPS DANA SYARIAH BANJARNEGARA Febi Yasintabella; Khalimaturofi'ah; Sarifatul Ngaeni, Nurus
Journal of Computer Science and Information Technology Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jcsit.v2i4.3182

Abstract

Penilaian kelayakan dan batas pinjaman di KSPPS Dana Syariah Banjarnegara hingga saat ini masih dilakukan secara manual dan subjektif, sehingga memerlukan waktu lama serta berisiko menimbulkan inkonsistensi hasil evaluasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pembiayaan bermasalah dan menurunkan efisiensi operasional, yaitu kemampuan koperasi dalam menggunakan waktu dan sumber daya secara optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Weighted Product untuk membantu menentukan kelayakan dan rekomendasi limit pinjaman secara lebih objektif, yaitu berdasarkan data bukan hanya penilaian pribadi. Sistem yang dikembangkan berbasis website dengan tiga jenis pengguna, yaitu admin, manajer, dan staf marketing. Sistem ini berfungsi secara independen sebagai alat bantu analisis dan tidak terintegrasi langsung dengan sistem keuangan koperasi. Penelitian menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model waterfall, sedangkan metode Weighted Product digunakan untuk melakukan perhitungan kelayakan pinjaman. Hasil perhitungan menghasilkan peringkat alternatif dari nilai tertinggi hingga terendah sebagai dasar penentuan kelayakan pinjaman nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun efektif membantu admin, manajer, dan staf marketing dalam menilai kelayakan serta menentukan limit pinjaman secara objektif dan efisien. Uji coba dengan 6 responden menghasilkan skor rata-rata 84,2%, sehingga sistem dinyatakan layak digunakan dan dapat mempermudah proses pengambilan keputusan di KSPPS Dana Syariah Banjarnegara.