Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dari Gebosan ke Blower: Transformasi Teknologi Produksi Golok Ciomas di Sentra Golok Ki Suna (2000-2020) Hadiyanto, Aldin Nur Habibi; Prasadana, M Anggie Farizqi; Maryuni, Yuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi alat produksi golok Ciomas di Sentra Produksi milik Ki Suna pada rentang waktu 2000 hingga 2020, sekaligus memahami dinamika pelestarian nilai-nilai budaya lokal dalam konteks perubahan teknologi. Golok Ciomas merupakan salah satu warisan budaya khas masyarakat Banten yang tidak hanya memiliki nilai praktis sebagai alat, tetapi juga mengandung makna simbolik dan spiritual yang tertanam kuat dalam tradisi turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Louis Gottschalk 1975. Heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi, dan hisoriografi (penuisan), observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pewaris dan pengrajin khususnya Ki Suna sebagai tokoh utama serta telaah terhadap literatur dan sumber tertulis lainnya yang relevan. Dokumentasi visual dan arsip lokal turut digunakan untuk memperkuat kerangka analisis historis dan kontekstual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu dua dekade terakhir, terjadi perubahan signifikan dalam proses produksi golok Ciomas, terutama pada tahapan pembakaran besi. Peralihan dari penggunaan alat tradisional berupa gebosan ke alat modern berupa blower menandai proses adaptasi terhadap teknologi kontemporer. Meskipun demikian, elemen-elemen tradisional seperti penggunaan besi inti lokal, pelaksanaan ritual khusus pada bulan Maulid, serta pemeliharaan pakem-pakem dalam proses pembuatan tetap dijaga secara konsisten oleh para pande. Hal ini mencerminkan adanya sinergi antara inovasi teknologi dan pelestarian nilai-nilai tradisional dalam kerangka budaya lokal.
Dari Gebosan ke Blower: Transformasi Teknologi Produksi Golok Ciomas di Sentra Golok Ki Suna (2000-2020) Hadiyanto, Aldin Nur Habibi; Prasadana, M Anggie Farizqi; Maryuni, Yuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi alat produksi golok Ciomas di Sentra Produksi milik Ki Suna pada rentang waktu 2000 hingga 2020, sekaligus memahami dinamika pelestarian nilai-nilai budaya lokal dalam konteks perubahan teknologi. Golok Ciomas merupakan salah satu warisan budaya khas masyarakat Banten yang tidak hanya memiliki nilai praktis sebagai alat, tetapi juga mengandung makna simbolik dan spiritual yang tertanam kuat dalam tradisi turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Louis Gottschalk 1975. Heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi, dan hisoriografi (penuisan), observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pewaris dan pengrajin khususnya Ki Suna sebagai tokoh utama serta telaah terhadap literatur dan sumber tertulis lainnya yang relevan. Dokumentasi visual dan arsip lokal turut digunakan untuk memperkuat kerangka analisis historis dan kontekstual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu dua dekade terakhir, terjadi perubahan signifikan dalam proses produksi golok Ciomas, terutama pada tahapan pembakaran besi. Peralihan dari penggunaan alat tradisional berupa gebosan ke alat modern berupa blower menandai proses adaptasi terhadap teknologi kontemporer. Meskipun demikian, elemen-elemen tradisional seperti penggunaan besi inti lokal, pelaksanaan ritual khusus pada bulan Maulid, serta pemeliharaan pakem-pakem dalam proses pembuatan tetap dijaga secara konsisten oleh para pande. Hal ini mencerminkan adanya sinergi antara inovasi teknologi dan pelestarian nilai-nilai tradisional dalam kerangka budaya lokal.
Pemanfaatan Film Sejarah Sebagai Sumber Belajar Siswa pada Materi Pergerakan Kebangsaan Indonesia Kelas XI di SMA Negeri 2 Pandeglang Adillah, Putry Maharani; Maryuni, Yuni; Prasadana, M Anggie Farizqi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7345

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan film sejarah sebagai sumber belajar dalam materi Pergerakan Kebangsaan Indonesia di kelas XI SMA Negeri 2 Pandeglang. Perlunya media pembelajaran yang menarik dan kontekstual agar siswa lebih mudah memahami materi sejarah dan menumbuhkan sikap nasionalisme. Film sejarah dipilih karena mampu menyajikan peristiwa sejarah secara visual dan emosional, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas XI yang telah menggunakan film dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan film sejarah seperti Sang Pencerah dan Sang Kiai efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Film mampu menjelaskan konteks, tokoh, dan nilai perjuangan bangsa secara konkret. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan minat belajar dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan film sejarah juga berdampak positif dalam menanamkan nilai nasionalisme. Siswa menjadi lebih bangga terhadap identitas bangsa, menghargai jasa pahlawan, dan memiliki kesadaran akan pentingnya persatuan. Hal ini terlihat dari tanggapan positif siswa dalam diskusi dan refleksi setelah menonton film. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film sejarah dapat menjadi sumber belajar yang efektif dalam meningkatkan pemahaman materi sekaligus membentuk karakter nasionalisme siswa. Guru disarankan untuk mengintegrasikan media film secara terencana dalam pembelajaran sejarah untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Peran Guru Sejarah Dalam Pengembangan Keterampilan Abad XXI di SMA Negeri 1 Kota Bekasi Rohmah, Nurul; Prasadana, M Anggie Farizqi; Wibowo, Tubagus Umar Syarif Hadi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sejarah dalam pengembangan keterampilan abad XXI, khususnya karakteristik 4C yaitu kemampuan mengumpulkan informasi, mengorganisasi informasi, menarik kesimpulan, berkomunikasi, merefleksi, dan merencanakan pembelajaran secara kolaboratif . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran sejarah di kelas X dan XI, wawancara mendalam dengan guru sejarah dan peserta didik dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah berperan sebagai fasilitator, motivator, komunikator, mediator, dan evaluator dalam mengembangkan keterampilan abad XXI melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Pembelajaran sejarah yang diterapkan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dalam menganalisis peristiwa sejarah, berkomunikasi melalui diskusi dan presentasi, berkolaborasi dalam kerja kelompok, serta mengekspresikan kreativitas melalui proyek dan tugas berbasis digital. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan penguasaan teknologi oleh sebagian guru, perbedaan kesiapan peserta didik, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sejarah sangat menentukan keberhasilan pengembangan keterampilan abad XXI, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sarana pembelajaran yang berkelanjutan.