Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Dampaknya Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Indonesia pada Tahun 2019-2023 Nur’ain Rohmatia Nusi; Herwin Mopangga; Rifi Fazrina Djuuna
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i3.792

Abstract

This research aims to analyze the effect of local government financial performance on economic growth in regencies/cities in Indonesian during the 2019-2023 period. This research uses a quantitative approach with secondary data sourced from the Directorate General Of Finance (DJPK) and the Central Statistics Agency (BPS). This research focuses on regional financial achievments such as the Regional Financial Independence Ratio (RKKD), Revenue Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), and Ratio of the Degree of Fiscal Desentralization (RDDF) in influencing the rate of economic growth. The observation include 481 regencies/cities for five years with andom Effect Model (REM) model and generalized least squares (GLS) solution model. The results of thi research indicate that the Regional Financial Independence Ratio (RKKD) and Revenue Sharing Fund (DBH) have a significant effect that can reduce economic growth, which is a sign that the increase in regional fical capacity has not been accompanied bye effective budget management. In contrast, the ratio of the Degree of Fiscal Decentralization (RDDF) has a positive and significant effect, indicating that regions that able to increase their own source revenue (PAD) are relatively more likely to encourage economic growth. Meanwhile, DAU and DAK do no show a significant effect on economic growth.
Analisis Faktor Sosial Ekonomi dan Prevalensi Stunting di Kabupaten Gorontalo Utara Moh Rifaldi; Syarwani Canon; Rifi Fazrina Djuuna
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e2f5d547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Rentan Miskin (RM), Air Minum Tidak Layak (AMTL) dan Jamban Tidak Layak (JTL) terhadap Pevalensi Stunting di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu data yang di ambil tidak secara langsung tetapi dari Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). Penelitian ini difokuskan pada 123 desa yang terdapat di Kabupaten Gorontalo Utara pada tahun 2022-2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Rentan Miskin (RM) dan Jamban Tidak Layak (JTL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prevalensi Stunting, sementara Air Minum Tidak Layak (AMTL) tidak berpengaruh signifakan terhadap Prevalensi Stunting. Temuan ini untuk memperkuat argumentasi penajaman program penanggulangan factor sosial ekonomi di berbagai level pemerintahan.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI ROKOK DI INDONESIA Harun, Moh Risal FH; Muhammad Amir Arham; Rifi Fazrina Djuuna
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 09 (2026): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i06.1726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tarif cukai, pengeluaran per kapita, dan tingkat kemiskinan terhadap konsumsi rokok di 34 provinsi di Indonesia dalam periode 2019–2023. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat konsumsi rokok di Indonesia yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional. Data pada penelitian ini menggunakan Data Sekunder yaitu data yang di dapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Hausman dan model Generalized Least Squares (GLS) digunakan untuk mengatasi pelanggaran asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif cukai rokok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi rokok, yang mengindikasikan bahwa kenaikan tarif cukai efektif dalam menekan konsumsi rokok. Variabel pengeluaran per kapita juga berpengaruh negatif dan signifikan, temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rata-rata pengeluaran per kapita suatu rumah tangga, maka semakin besar pula kemungkinan rumah tangga tersebut mengalokasikan dana lebih untuk konsumsi rokok. Variabel kemiskinan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap konsumsi rokok, sehingga belum terdapat bukti statistik yang kuat mengenai pengaruh kemiskinan terhadap perilaku merokok.