Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Sektor Publik terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2005-2024 Almausshofi, Almausshofi; Novika, Ira; Nurmala, Septiana Dwi; Aida, Neli; Hudani, Muhammad Mufti; Nindien, Qurrota Ayu
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.684

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk mengkaji pengaruh pengeluaran pemerintah sektor publik terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia, khususnya dalam konteks ketimpangan antar wilayah dan efektivitas kebijakan fiskal. Ketimpangan distribusi sumber daya dan masih tingginya angka kemiskinan di beberapa daerah menunjukkan perlunya evaluasi dan optimalisasi strategi alokasi anggaran oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris dampak pengeluaran sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia dalam rentang waktu 2005 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis time series berbasis data sekunder. Teknik analisis dimulai dengan uji deskriptif untuk memahami karakteristik data, dilanjutkan dengan uji asumsi klasik seperti uji normalitas (Jarque-Bera), multikolinearitas (VIF), autokorelasi (Breusch-Godfrey LM Test), dan heteroskedastisitas (White Test). Analisis utama dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan model Yt = ?? + ??X1t + ??X2t + ??X3t + ?t, di mana Y adalah persentase penduduk miskin, X1 adalah pengeluaran infrastruktur, X2 adalah pengeluaran pendidikan, dan X3 adalah pengeluaran kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran infrastruktur dan pendidikan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, masing-masing sebesar -1,90% dan -3,66% untuk setiap peningkatan 1%. Sebaliknya, pengeluaran kesehatan justru menunjukkan pengaruh positif signifikan sebesar 0,66%. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (F-stat: 141,328; p-value: 0,000) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,956. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi belanja pemerintah pada sektor infrastruktur dan pendidikan, serta perlunya evaluasi efektivitas pengeluaran sektor kesehatan dalam rangka pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Economic Impact Comparison of the MBG Program on Students, Canteens, MSMEs Before–After Nurmala, Septiana Dwi; Zahra, Fridhia Nabilla; Fadhilah, Alia Putri; Putri, Dinda Juliana; Wulan, Margiyana Retno; Fahmi, Tiya Marshanda
Pattimura Proceeding 2026: Proceeding of the 3rd International Conference of International Conference on Business and Eco
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pcst.2026.iconbe.p89-99

Abstract

This study aims to compare the economic impact of the Free Nutritious Meal Program (MBG) on students, school canteens, and nearby MSMEs before and after the program’s implementation. The research was conducted at SMA Negeri 5 Bandar Lampung using a mixed-method approach, combining in-depth interviews with questionnaires distributed to students, canteen operators, and surrounding MSME owners. The findings show that the MBG program provides meaningful benefits to students by reducing their daily food expenses and improving access to nutritious meals, consistent with evidence indicating that MBG initiatives enhance students’ nutritional adequacy (Merlinda & Yusuf, 2025). However, the program also generates economic pressure on school vendors and local MSMEs, as reflected in studies reporting a decline in canteen income following the introduction of free meal policies (Ariska et al., 2025). This phenomenon aligns with the concept of crowding-out in food assistance interventions, wherein government-provided meals reduce consumer demand for existing food providers (Ruffini et al., 2023)These findings highlight the need for a more inclusive policy design, such as integrating local MSMEs into the MBG supply chain or establishing school–MSME partnerships to support economic sustainability without undermining the program’s primary goals.