Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bedah Buku Fiqih Keseharian Berbasis Barcode Kepada Remaja dan Masyarakat Desa Sidokaton Jombang Chusnah, Miftachul; Nur Qomariyah, Siti; Ridlo, Husnur; Intan Yuliana, Nurul; Sundari Setyowati, Siti; Astari, Susi; Mukti, Rangga; Aini Oktavia Wardani, Qurrotul
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.5321

Abstract

Paradigma pendidikan di Indonesia saat ini cenderung menekankan pada pendidikan formal di sekolah, yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam pemahaman pendidikan secara keseluruhan.. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan orientasi pendidikan antara formal dan non-formal untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Buku fiqih keseharian berfungsi sebagai panduan praktis dalam menjalankan ajaran Islam sehari-hari. Penggunaan teknologi barcode pada buku ini dapat mempermudah akses informasi tambahan seperti video penjelasan atau materi interaktif lainnya.. Tantangan utama dalam penerapan teknologi barcode di Desa Sidokaton adalah keterbatasan akses teknologi dan pemahaman masyarakat mengenai cara memanfaatkan teknologi tersebut, sehingga perlu program pengabdian masyarakat, dengan menyelenggarakan bedah buku fiqih keseharian dengan menggunakan barcode di Desa Sidokaton. Adapun tujuan khusus dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman fiqih keseharian di kalangan masyarakat dan remaja dan Memperkenalkan teknologi sebagai alat pembelajaran. Sasaran dari kegiatan ini adalah perangkat desa, ibu-ibu PKK, pengurus TPQ, tokoh masyarakat, karang taruna, Pengurus PRNU dan juga anggota IPNU/IPPNU setempat dengan jumlah peserta pelatihan ini berjumlah 33 orang, dilaksanakan di Balaidesa desa Sidokaton tanggal 23 Agustus 2024.. .Pendekatan edukatif digunakan untuk memastikan bahwa materi fiqh dapat dipahami dengan baik oleh peserta..Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong peserta lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Pelaksanaan kegiatan ini melipuyi beberapa tahapan yaitu identifikasi, perencanaan (persiapan bahan, menyusun materi persiapan kaegiatan) dan pelaksnaan kegiatan. Kegiatan Bedah Buku Fiqih Keseharian Berbasis Barcode ini memiliki dampak positif dalam sektor keagamaan, didasarkan pada meningkatnya pemahaman masyarakat dan remaja mengenai pentingnya Fiqih dalam kehidupan sehari-hari, yang diukur melalui angket kepuasan peserta setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Bedah Buku Fiqih Keseharian Berbasis Barcode Kepada Remaja dan Masyarakat Desa Sidokaton Jombang Chusnah, Miftachul; Nur Qomariyah, Siti; Ridlo, Husnur; Intan Yuliana, Nurul; Sundari Setyowati, Siti; Astari, Susi; Mukti, Rangga; Aini Oktavia Wardani, Qurrotul
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.5321

Abstract

Paradigma pendidikan di Indonesia saat ini cenderung menekankan pada pendidikan formal di sekolah, yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam pemahaman pendidikan secara keseluruhan.. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan orientasi pendidikan antara formal dan non-formal untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Buku fiqih keseharian berfungsi sebagai panduan praktis dalam menjalankan ajaran Islam sehari-hari. Penggunaan teknologi barcode pada buku ini dapat mempermudah akses informasi tambahan seperti video penjelasan atau materi interaktif lainnya.. Tantangan utama dalam penerapan teknologi barcode di Desa Sidokaton adalah keterbatasan akses teknologi dan pemahaman masyarakat mengenai cara memanfaatkan teknologi tersebut, sehingga perlu program pengabdian masyarakat, dengan menyelenggarakan bedah buku fiqih keseharian dengan menggunakan barcode di Desa Sidokaton. Adapun tujuan khusus dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman fiqih keseharian di kalangan masyarakat dan remaja dan Memperkenalkan teknologi sebagai alat pembelajaran. Sasaran dari kegiatan ini adalah perangkat desa, ibu-ibu PKK, pengurus TPQ, tokoh masyarakat, karang taruna, Pengurus PRNU dan juga anggota IPNU/IPPNU setempat dengan jumlah peserta pelatihan ini berjumlah 33 orang, dilaksanakan di Balaidesa desa Sidokaton tanggal 23 Agustus 2024.. .Pendekatan edukatif digunakan untuk memastikan bahwa materi fiqh dapat dipahami dengan baik oleh peserta..Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong peserta lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Pelaksanaan kegiatan ini melipuyi beberapa tahapan yaitu identifikasi, perencanaan (persiapan bahan, menyusun materi persiapan kaegiatan) dan pelaksnaan kegiatan. Kegiatan Bedah Buku Fiqih Keseharian Berbasis Barcode ini memiliki dampak positif dalam sektor keagamaan, didasarkan pada meningkatnya pemahaman masyarakat dan remaja mengenai pentingnya Fiqih dalam kehidupan sehari-hari, yang diukur melalui angket kepuasan peserta setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Edukasi Pemanfaatan Limbah Dapur untuk Pembuatan Eco Enzym Chusnah, Miftachul; Ayu Sri Hartanti, Dyah; Nur Qomariyah, Siti; Umi Hanifah, Elsa; Hamdan Syakuro, Muhamad; Qomariyah, Nurul; Ahmad Asryl Adhim, Rifqi; Dinda Khumairoh, Salsabila
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i3.5320

Abstract

Household waste management is a global problem that urgently must be resolved to ensure environmental sustainability and human health. Organic waste, in particular, is a significant source of waste and is difficult to process efficiently. To overcome this problem, processing waste into eco-enzymes has proven to be the right and efficient solution. To overcome this problem, processing waste into eco-enzymes has proven to be the right and efficient solution. Eco-enzymes are enzymes produced through a biotechnology process with microorganisms to break down organic waste into simpler and environmentally friendly components. The aim of community service activities through training in making eco enzymes from household kitchen waste is to provide innovation to farmers in the form of an alternative to chemical fertilizers. Increasing mothers' knowledge and understanding of technological innovation in making household kitchen waste more effective. The method for this community service activity is Service Learning (SL), including socialization of training on making eco enzymes from kitchen waste and questions and answers from PKK participants in Sidokaton village. Implementation of activities includes initial coordination and permission for service of equipment, provision of tools and materials, preparation of training materials for making eco enzymes and training for making eco enzymes. It is hoped that the production of this eco enzyme will have a positive impact on the lives of people throughout Sidokaton Village, Kudu District, Jombang Regency. Which will minimize budget costs and expenses. Eco enzymes have been successfully produced, which function as a natural alternative to soap and cleaners, which can be used by the public for washing dishes, cleaning floors, and other household purposes. A guide to using eco enzymes has also been prepared to help people understand how to use this product effectively and safely. This guide includes manufacturing steps, application methods, and tips for maximizing the benefits of eco enzymes in maintaining a clean home environment without using dangerous chemicals.