Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana penting dalam pengembangan potensi non-akademik siswa, termasuk dalam bidang seni dan budaya. Ekstrakurikuler Al-Banjari, sebagai salah satu bentuk kesenian islami, tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya religius, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan bakat dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru ekstrakurikuler Banjari dalam membina, membimbing, serta mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang seni musik Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru ekstrakurikuler Banjari memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, sekaligus pembimbing dalam proses pelatihan. Pengembangan bakat dan kreativitas yang dihasilkan dari ekstrakurikuler banjari ini adalah meningkatnya keterampilan memainkan alat musik banjari, pengolahan suara vokal, terbentuknya kekompakan dalam kelompok, dan juga menemukan potensi bakat yang terpendam. Guru ekstrakurikuler banjari berperan aktif dalam mengenali potensi siswa, memberikan pelatihan teknik vokal dan tabuhan rebana, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang komunikatif dan inspiratif, guru mampu membangkitkan minat siswa terhadap seni Banjari serta mendorong mereka untuk berinovasi dalam setiap penampilan. Dengan demikian, peran guru ekstrakurikuler Banjari sangat signifikan dalam pengembangan bakat dan kreativitas siswa di lingkungan sekolah.