Butar Butar, Asido Mac Kenzie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

South Korea’s Response to Japan’s Export Restrictions on Semiconductor Materials Butar Butar, Asido Mac Kenzie
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 3 (2025): Perspektif Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i3.14121

Abstract

This study analyzes South Korea's strategic responses to Japan's 2019 export restrictions on three key chemicals vital to its semiconductor industry: fluorinated polyimide, photoresist, and hydrogen fluoride. Beyond filing a WTO complaint, South Korea pursued retaliatory actions—tightening trade regulations and initiating boycott movements—while strengthening its semiconductor sector through funding, tax incentives, and cross-sector collaboration. Employing a neo-Mercantilist framework and qualitative method, this research highlights how state-led industrial strategies serve as a tool of economic resilience and foreign policy, contributing to broader discussions in International Political Economy on government agencies in navigating trade disputes and securing technological sovereignty.
KERANGKA KONTRATERORISME ASEAN: TANTANGAN KERJA SAMA REGIONAL DI ASIA TENGGARA Butar Butar, Asido Mac Kenzie
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6884

Abstract

Isu terorisme menjadi tantangan serius bagi kawasan Asia Tenggara, dengan meningkatnya ancaman dari aktor transnasional seperti ISIS dan Foreign Terrorist Fighters (FTF). ASEAN sebagai organisasi regional telah merespons melalui sejumlah instrumen kerja sama, seperti ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) dan ASEAN Our Eyes Initiative (OEI). Artikel ini menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi ASEAN dalam menangani terorisme kawasan dengan menggunakan pendekatan teori organisasi internasional dan rezim internasional. Meskipun ACCT menyediakan kerangka kerja formal untuk koordinasi regional, implementasinya masih menghadapi kendala signifikan seperti prinsip non-intervensi, perbedaan yurisdiksi, serta kelemahan institusional. OEI muncul sebagai alternatif inisiatif berbasis kerja sama intelijen yang dinilai lebih adaptif, meskipun tantangan birokratis dan risiko kebocoran informasi tetap membayangi. Kajian ini menunjukkan bahwa efektivitas ASEAN dalam kontra-terorisme sangat dipengaruhi oleh dinamika politik domestik anggotanya serta kelembagaan regional yang bersifat longgar. Diperlukan reformasi pendekatan kerja sama keamanan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada perlindungan manusia untuk meningkatkan kapasitas ASEAN menghadapi terorisme di masa depan.