Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros Ismail, Ismail; Andraini, Dea Ekaputri; Herawaty, Herawaty; Asiz, Najma Ilmiawati; Alifiah, Putri; Syah, Muh Izzul Muslimin
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v2i1.63

Abstract

Desa Benteng Gajah, yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata rintisan sejak tahun 2021. Desa ini memiliki kekayaan bentang alam seperti perbukitan, sungai, air terjun musiman, serta lahan pertanian dan perkebunan yang menyatu dengan permukiman warga. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan pariwisata berbasis alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di Desa Benteng Gajah berdasarkan enam kriteria: daya tarik, aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi sekitar kawasan, akomodasi, sarana dan prasarana, serta ketersediaan air bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui studi literatur. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan accidental sampling untuk responden wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Benteng Gajah memiliki dua site wisata utama yakni Bulu Saukang dan Wisata Alam Bukit Bahagia. Keduanya memiliki karakteristik lanskap dan daya tarik yang berbeda namun saling melengkapi Bulu Saukang unggul dalam aspek petualangan dan pemandangan perbukitan, sedangkan Bukit Bahagia lebih bersifat rekreatif untuk keluarga. Secara umum, Desa Benteng Gajah memiliki potensi wisata alam yang tinggi dan layak dikembangkan secara berkelanjutan. Pengembangan ini perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan perencanaan terpadu dari berbagai pemangku kepentingan.
Revealing Carbon Patterns Across Mangrove Density Variations Using Sentinel-2 NDVI Nasir, Anugrahandini; Herawaty, Herawaty; Ismail, Ismail; Syah, Muh Izzul Muslimin
Jurnal Wasian Vol. 12 No. 02 (2025): December
Publisher : Forestry Department, University of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62142/rbh1zd16

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining the balance of coastal ecosystems and mitigating climate change due to their ability to absorb and store carbon. This study aims to estimate carbon stocks across different mangrove density levels on Bangko-bangkoang Island, Pangkep Regency, South Sulawesi Province. The methods employed include Sentinel-2 imagery analysis using the Google Earth Engine platform to identify vegetation density based on the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and estimate carbon stocks using an allometric model and field data. The Sentinel-2 image analysis revealed that the mangrove vegetation cover on Bangko-bangkoang Island spans 16.04 ha. NDVI results show that mangroves in the low-density class cover 8.97 ha (56%), the medium-density class covers 3.71 ha (23%), and the high-density class covers 3.34 ha (21%). Field surveys confirmed the presence of three mangrove species on the island: Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Sonneratia alba. Regression analysis conducted to assess the relationship between NDVI values and carbon stocks revealed the best model as an exponential function with the equation y = 0.0043e(11.726x), yielding a coefficient of determination (R²) of 0.683. The average carbon stock for the low-density class is 22.35 tons C/ha, for medium density is 67.1 tons C/ha, and for high density is 111.85 tons C/ha. These findings emphasize the important role of mangroves in climate change mitigation and provide scientific evidence for mangrove conservation efforts, particularly in enhancing vegetation density to optimize carbon storage.