Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT DESA BONTOMARANNU KECAMATAN ULUERE KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN Andraini, Dea Ekaputri; Ratih, Ratih; Messa, Jamila
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 2 No. 02 (2023): JULI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v2i02.60

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat apa saja yang ditemukan di Desa Bontomarannu dan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan, yaitu survei eskploratif dan metode participatory rural appraisal dengan jumlah responden sebanyak 20 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 spesies dari 16 famili dan 21 genus tumbuhan obat dimana famili terbanyak adalah Zingiberaceae. Tanaman obat yang ditemukan terbagi menjadi 6 habitus, yaitu terna, semak, perdu, pohon, liana, dan epifit dimana semak merupakan habitus terbanyak dengan presentase sebanyak 29, 17% atau sebanyak 7 spesies. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Bontomarannu sebagai obat antara lain akar, umbi, rimpang, batang, kulit batang, daun, bunga, buah, biji, dan seluruh bagian tubuh tumbuhan. Daun merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat dengan persentase 35,14%. Masyarakat Desa Bontomarannu menggunakan tumbuhan obat tersebut antara lain dengan cara dikonsumsi langsung, direbus, ditumbuk, diparut, dipanaskan di bara api lalu ditempel di bagian tubuh yang sakit, serta ditumbuk atau ditempel langsung pada luka. Sebanyak 23 spesies tumbuhan telah umum dan familiar digunakan oleh masyarakat Desa Bontomarannu sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit serta telah dibuktikan secara ilmiah dan medis bahwa tumbuhan-tumbuhan tersebut mengandung senyawa yang berkhasiat menyembuhkan atau mencegah penyakit tertentu serta meningkatkan imunitas. Namun hanya 1 spesies, yaitu semanggi (Marsilea drummondii L.) yang belum banyak masyarakat di Desa Bontomarannu yang mengetahui khasiatnya meskipun secara ilmiah telah terbukti khasiatnya sebagai tumbuhan obat. Kata kunci: Etnobotani, Tanaman Obat, Desa Bontomarannu
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN PADA BERBAGAI DOSIS BOKASHI BLOTONG Adyaksa, Muh. Rifky; Syafar, Andi Rahman; Andraini, Dea Ekaputri
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v3i2.96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun pada berbagai dosis bokashi blotong yang berlangsung pada bulan Februari sampai April 2023. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun perlakuan dalam penelitian ini antara lain: tanpa perlakuan (kontrol), 3 ton/ha (0,36 kg bokashi blotong/bedengan), 6 ton/ha (0,72 kg bokashi blotong/bedengan), 9 ton/ha (1,08 kg bokashi blotong/bedenngan), 12 ton/ha (1,44 kg bokashi blotong/bedengan), dan 15 ton/ha (1,8 kg bokashi blotong/bedengan). Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat dilihat bahwa perlakuan berbagai dosis bokashi blotong 15 ton/ha (1,8 kg bokashi blotong/bedengan) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun baik pengamatan tinggi tanaman umur 14 HST (10,4 cm), tinggi tanaman umur 28 HST (46,7 cm), tinggi tanaman umur 42 HST (146,3 cm), jumlah daun umur 28 HST (7,6 helai), jumlah daun umur 42 HST (21,6 helai), umur berbunga (25,6 hari), umur panen (50,4 hari), diameter buah (5,7 cm), panjang buah (20,9 cm), dan bobot buah (300,0 g).
Konsep Permakultur Sebagai Metode Pengendalian Serangan Tikus pada Jagung Manis di Pertanian Perkotaan: Permaculture Concept as Control Method of Rats Attack on Sweet Corn in Urban Farming Azis, Asti Irawanti; Ratih, Ratih; Andraini, Dea Ekaputri
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2953

Abstract

Jagung merupakan sumber pangan terpenting setelah padi yang mudah dikembangkan pada pertanian di perkotaan (urban farming). Kendala yang sering dijumpai dalam pertanian di perkotaan adalah serangan tikus. Penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan tikus masih menjadi cara yang paling banyak digunakan tetapi menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan kesehatan. Permakultur merupakan konsep pertanian yang inovatif dan sinergis berdasarkan keanekaragaman tanaman, ketahanan, produktivitas alami, dan berkelanjutan yang dapat diterapkan sebagai upaya pengelolaan hama terpadu. Keunggulan lain dari permakultur adalah menghasilkan berbagai jenis hasil pangan tanpa memerlukan lahan yang luas, sehingga konsep ini dapat menjadi solusi untuk keterbatasan lahan dan upaya pemenuhan pangan di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep permakultur dapat diterapkan pada pertanaman urban farming yang mampu mencegah serangan tikus khususnya pada jagung manis. Serangan tikus pada jagung manis di pertanaman monokultur dimulai pada 21 HST dan mencapai 53% pada pengamatan 49 HST sedangkan pada pertanaman permakultur tidak terdapat serangan tikus (0%). Gejala serangan yang ditunjukkan berupa adanya bekas gigitan pada pangkal bawah batang jagung yang menyebabkan tanaman jagung manis patah, roboh, dan akhirnya mati. Corn is the most important food crops after rice which is easy to grow in urban farming. Obstacles encountered in urban farming are rat attacks. The use of chemical pesticides to control rats is still the most widely used method, but it becomes environmental and health pollution. Permaculture is an innovative and synergistic agricultural concept based on plant diversity, resilience, natural productivity and sustainability which can be applied as an integrated pest management effort. Another advantage of permaculture is that it produces various types of food without requiring large areas of land, so this concept can be a solution for limited land and efforts to fulfill food needs in urban areas. The results showed that the concept of permaculture can be applied to urban farming which is able to prevent rat attacks, especially on sweet corn. Rat attacks on sweet corn in monoculture plantings started at 21 DAP and reached 53% at 49 DAP observations, while there was no rat attack on permaculture plantations (0%). Symptoms of the attack are shown in the form of bite marks on the lower base of the corn stalks which cause the sweet corn plants to break, collapse, and eventually die.
RESPON PENGGUNAAN CANGKANG TELUR DAN PERLAKUAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH Arsyad, Aida Vitayala; Nursaman, Herman; Andraini, Dea Ekaputri; Messa, Jamilla; Azis, Asti Irawati
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan dan produksi cabai merah dapat dimaksimalkan dengan menggunakan pupuk organik cair dan jarak tanam yang tepat. Salah satu bahan dasar yang dapat digunakan dalam pupuk organik cair yaitu cangkang telur ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon penggunaan cangkang telur dan perlakuan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian ini berlangsung pada bulan Agustus sampai November 2023. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan POC cangkang telur yang terdiri atas 3 taraf, yaitu kontrol, 200 ml/L, dan 400 ml/L. Faktor kedua adalah perlakuan jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 40 x 60 cm, 50 x 60 cm, dan 60 x 60 cm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk organik cair cangkang telur berpengaruh terhadap tinggi tanaman 20 HST (20,43 cm), 30 HST (30,57 cm), 40 HST (58,90 cm); jumlah daun 20 HST (22,83 helai), 30 HST (45,31 helai), 40 HST (74,31 helai); jumlah buah (6,44 buah); bobot buah per petak (1,48 kg); produksi ton/hektar (7,40 ton/ha); dan berpengaruh tidak nyata pada umur berbunga. Sedangkan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot buah per petak (1,21 kg), produksi ton/hektar (6,04 ton/ha). Interaksi antara POC cangkang telur dengan jarak tanam hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah buah (6,44 buah). Perlakuan konsentrasi POC cangkang telur 400 ml/L dan jarak tanam 60 cm x 60 cm memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah
Evaluasi Kesesuaian Karakteristik Fisik Trembesi pada Jalur Hijau Jalan Kota Makassar untuk Memaksimalkan Penyerapan CO2 Andraini, Dea Ekaputri
Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 1 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/julia.v1i1.27038

Abstract

Penanaman trembesi di pusat-pusat kota diharapkan mampu menyerap banyak polusiterutama CO2 dengan syarat ukuran diameter tajuknya antara 15-20 m. Penanamantrembesi harus disesuaikan dengan tipe ruang terbuka hijau kota agarmemaksimalkan fungsi trembesi dalam memperbaiki kualitas lingkungan. Penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan trembesi pada jalur hijau jalan KotaMakassar guna memaksimalkan fungsi trembesi dalam menyerap CO2. Datadiperoleh dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Kriteria evaluasidigunakan sebagai parameter kondisi trembesi dan evaluasi jalur hijau jalan. Analisisdata menggunakan AHP dengan penilaian pakar. Kondisi trembesi dibagi menjaditiga kategori, yaitu hijau (masalah 0%), kuning (tidak memenuhi kriteria 1%-49%),dan merah (tidak memenuhi kriteria ≥50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwatrembesi di median Jl. Veteran Selatan dan median Jl. Hertasning masuk dalamkategori kuning dan merah. Trembesi di median Jl. Poros Bandara Baru, tepi Jl.Aroepala, dan tepi Jl. Perintis Kemerdekaan masuk dalam kategori kuning.Sementara itu, trembesi di tepi Jl. Metro Tanjung Bunga masuk dalam kategori hijaudan kuning. Adapun tipe jalur hijau jalan yang perlu diperhatikan dalammemaksimalkan fungsi trembesi sebagai penyerap CO2 di Kota Makassar, yaitu tepiJl. Perintis Kemerdekaan (bobot= 0,113), dan median Jl. Poros Bandara Baru (bobot= 0,107).   Kata kunci: Evaluasi, jalur hijau jalan, trembesi
Pengembangan Ruang Terbuka Hijau pada Koridor Kanal Kota Makassar Andraini, Dea Ekaputri; Ratih
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.22

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di koridor tepi kanal di antara Jalan Rappocini Raya dan Jalan Banta-bantaeng Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penataan ruang terbuka hijau koridor kanal dengan harapan adanya peningkatan mutu lingkungan hidup perkotaan yang estetis, nyaman, asri, dan sehat. Keseluruhan perencanaan berdasarkan konsep dasar berwawasan lingkungan yang meliputi konsep tata ruang, konsep tata hijau, konsep fasilitas dan utilitas, serta konsep sirkulasi. Perancangan pada koridor hijau kanal meliputi desain hard material dan penataan soft material. Desain hard material dilakukan pada fasilitas berupa jembatan dan bak tanam, sedangkan pada utilitas berupa desain lampu untuk menambah penerangan tapak di malam hari. Penataan soft material dilakukan di sepanjang koridor kanal dan sisi tiap jembatan dengan harapan dapat tumbuh optimal dalam memenuhi fungsi dan estetikanya.
Perencanaan Lanskap Kawasan Wisata Alam Apparalang di Sulawesi Selatan Harynaldi, Aditya; Yanti, Cri Wahyuni Brahmi; Andraini, Dea Ekaputri
Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 3 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/julia.v3i1.45182

Abstract

Kawasan wisata alam Apparalang merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Ara Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Pada prinsipnya pengembangan wisata alam disamping memberikan dampak ekonomis tidak boleh menimbulkan gangguan terhadap kondisi alam itu sendiri seperti pencemaran, kerusakan lingkungan, gangguan terhadap ekosistem dan atau menghilangkan daya tarik dari kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan lanskap wisata alam Apparalang untuk meningkatkan nilai fungsi dan estetikanya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis secara deskriptif dengan pendekatan pada aspek sumber daya alam untuk memberikan solusi permasalahan dan mengoptimalkan potensi yang ada.  Konsep tata ruang pada perencanaan lanskap kawasan wisata alam Apparalang terdiri dari rencana ruang yang terbagi menjadi zona penerimaan dan pelayanan, zona konservasi, zona rekreasi, dan zona istirahat. Rencana tata hijau terbagi menjadi fungsi penyambut, pengarah, peneduh serta fungsi konservasi dan produksi. Rencana sirkulasi direncanakan terbagi menjadi sirkulasi utama dan sirkulasi penunjang. Kemudian fasilitas wisata yang direncanakan berupa camping ground, fasilitas outbond, restoran, dan gazebo. Perencanaan lanskap kawasan wisata alam Apparalang dibuat dengan memadukan keindahan alam pantai dan hutan sehingga dapat memberikan pengalaman wisata alam yang unik bagi pengunjng.
Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros Ismail, Ismail; Andraini, Dea Ekaputri; Herawaty, Herawaty; Asiz, Najma Ilmiawati; Alifiah, Putri; Syah, Muh Izzul Muslimin
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v2i1.63

Abstract

Desa Benteng Gajah, yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata rintisan sejak tahun 2021. Desa ini memiliki kekayaan bentang alam seperti perbukitan, sungai, air terjun musiman, serta lahan pertanian dan perkebunan yang menyatu dengan permukiman warga. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan pariwisata berbasis alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di Desa Benteng Gajah berdasarkan enam kriteria: daya tarik, aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi sekitar kawasan, akomodasi, sarana dan prasarana, serta ketersediaan air bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui studi literatur. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan accidental sampling untuk responden wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Benteng Gajah memiliki dua site wisata utama yakni Bulu Saukang dan Wisata Alam Bukit Bahagia. Keduanya memiliki karakteristik lanskap dan daya tarik yang berbeda namun saling melengkapi Bulu Saukang unggul dalam aspek petualangan dan pemandangan perbukitan, sedangkan Bukit Bahagia lebih bersifat rekreatif untuk keluarga. Secara umum, Desa Benteng Gajah memiliki potensi wisata alam yang tinggi dan layak dikembangkan secara berkelanjutan. Pengembangan ini perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan perencanaan terpadu dari berbagai pemangku kepentingan.