Rendahnya pemanfaatan pendekatan eksploratif dalam pembelajaran seni tari untuk mengembangkan kreativitas anak. Permasalahan utama dalam studi ini adalah bagaimana pendekatan pembelajaran tari yang efektif dapat mendorong perkembangan kreativitas pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran eksplorasi tari dalam mendukung aspek perkembangan anak khususnya dalam dimensi motorik kasar, sosial-emosional, imajinasi, dan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Systematic Literature Review) dengan menelaah 40 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan prosiding yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian sistematis menggunakan kata kunci terkait kreativitas tari anak usia dini melalui Google Scholar dan aplikasi Publish or Perish. Teknik analisis data melibatkan pengelompokan temuan ke dalam tema besar, yaitu perkembangan fisik, sosial, kognitif, serta pendekatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi tari yang dilakukan dengan pendekatan bermain eksploratif, pembelajaran berbasis budaya lokal, dan metode ramah anak memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kreativitas dan aspek tumbuh kembang anak secara holistik. Tari tidak hanya memperkuat motorik kasar, tetapi juga meningkatkan kemampuan berimajinasi, mengekspresikan emosi, serta membangun rasa percaya diri dan kerja sama sosial. Oleh karena itu, integrasi seni tari dalam kurikulum PAUD perlu dirancang secara sistematis dan kontekstual untuk menunjang perkembangan menyeluruh anak usia dini.