Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI KELAS X FASE E DI SMAN 2 LUBUK SIKAPING Deli Safitri; Triyono, Joni Adison
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31624

Abstract

This study is motivated by the presence of students who have poor communication skills, lack responsibility, and show a lack of mutual support within their families. Additionally, some students exhibit deficiencies in cooperation skills, self-control skills, and communication skills. The purpose of this study is to determine: 1) the family harmony of tenth-grade students in phase E at SMAN 2 Lubuk Sikaping, 2) the social skills of tenth-grade students in phase E at SMAN 2 Lubuk Sikaping, and 3) the relationship between family harmony and social skills among tenth- grade students in phase E at SMAN 2 Lubuk Sikaping. This research employs a correlational design, with a population of 248 students and a sample of 124 students selected using proportional random sampling. The instrument used in this study is a questionnaire. Data analysis includes percentage calculations and correlation tests. The results of this study indicate that: 1) the family harmony of students at SMAN 2 Lubuk Sikaping falls into the low category; 2) the social skills of phase E students at SMAN 2 Lubuk Sikaping are also in the low category; and 3) there is a relationship between family harmony and social skills among phase E students at SMAN 2 Lubuk Sikaping, with a fairly weak correlation coefficient and a significance value of 0.000. Based on these findings, it is recommended that parents create a harmonious family atmosphere to support the development of their children’s social skills. Furthermore, school counselors are expected to design counseling programs aimed at improving students’ social skills.
Analisis Strategi Personal Selling pada Produk Funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh Deli Safitri; Andy Riski Pratama
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 4 (2022): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.136 KB) | DOI: 10.55606/jupiman.v1i4.998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh dan kendala strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis SWOT, analisis Matrik IFE dan EFE, analisis Matrik SWOT, analisis tabel bobot skors. Setelah dilakukan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh yaitu strategi SO: 1)Memaksimalkan personal selling dengan sistem door to door untuk mendapatkan nasabah baru pada wilayah/ segmen pasar yang belum terjangkau, 2)Meningkatkan kemudahan dan kecepatan dalam transaksi produk funding untuk menarik minat nasabah pekerja/ pelaku usaha di Payakumbuh, 3)Memaksimalkan briefing kepada tenaga personal selling sebagai evaluasi dan peningkatan kinerja untuk terjun ke lapangan, 4)Mempertahankan keramahan pelayanan pada saat melakukan pendekatan personal selling dengan nasabah sehingga dapat menjadi kerjasama jangka panjang, 5)Selalu cepat tanggap dalam menghadapi keluhan nasabah sehingga terciptanya kesan baik dari nasabah dan mendapatkan preferensi nasabah baru dari nasabah lama. Kendala yang dihadapi pada saat melakukan personal selling pada produk funding: Masih kurangnya SDM untuk melakukan personal selling, tidak sejalannya waktu dengan nasabah, membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk membujuk nasabah, adanya BPR dan BPRS saingan, memiliki target pasar yang sama dengan pesaing.