Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sintesis Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) dari Limbah Baterai untuk Uji Antimikroba Ekstrak Tanaman Apium graveolens L. terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Maulana, Apriyan Bima; Asih, Putri Jeni; Azizah, Salsabila Nur; Aisyah, Aisyah; Aprilliani, Dininur; Lestari, Ajeng Yulianti Dwi
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, ISSUE 1, 2025
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol10.iss1.art3

Abstract

Battery waste contains hazardous materials that can damage the environment if not properly treated. One innovative solution for managing this waste is the synthesis of zinc oxide (ZnO), known for its strong antimicrobial properties. Additionally, Apium graveolens L. extract is recognized for its significant antibacterial activity. This study aims to synthesize ZnO nanoparticles from battery waste and evaluate their effectiveness in enhancing the antimicrobial activity of Apium graveolens L. extract against Staphylococcus epidermidis. ZnO was synthesized using the coprecipitation method from Zn-C battery waste, and Apium graveolens L. extract was obtained through maceration. The ZnO characterization was conducted using XRD and FTIR, and antimicrobial tests were performed against Staphylococcus epidermidis. The results showed that the synthesized ZnO nanoparticles had an average crystallite size of 41.611 nm with high crystallinity. When combined with Apium graveolens L. extract, the crystallite size became smaller, at 16.881 nm. Antimicrobial tests revealed that ZnO effectively inhibited the growth of S. epidermidis with an inhibition zone of 16 mm, while the combination of ZnO with Apium graveolens L. extract did not show antimicrobial activity. Thus, ZnO synthesized from battery waste is proven to be effective as an antimicrobial agent against S. epidermidis. This synthesis method is also environmentally friendly and has broad application potential.
Analisis Evaporation Loss Tangki Timbun Pertasol CA (T-116) dan Pertasol CB (T-110) melalui Studi Eksperimental dan Pemodelan Matematis di PPSDM MIGAS Cepu Maulana, Apriyan Bima; Alexander, Muhammad Izza
Swara Patra Vol 16 No 1 (2026): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/sp/2026-1/1186

Abstract

Kehilangan produk akibat penguapan (evaporation loss) merupakan salah satu tantangan signifikan dalam sistem penyimpanan migas, khususnya pada tangki timbun tipe atap tetap (fixed roof tank). Penguapan ini terjadi karena fluktuasi suhu lingkungan dan aktivitas pengisian serta pengosongan tangki yang menyebabkan terbentuknya uap hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan di PPSDM MIGAS Cepu dengan fokus pada dua tangki timbun, yaitu Tangki T-116 untuk Pertasol CA dan Tangki T-110 untuk Pertasol CB. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis besar evaporation loss yang terjadi serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi nilainya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap suhu lingkungan, level cairan tangki (ullage), volume throughput, serta spesifikasi teknis tangki. Analisis dilakukan dengan pendekatan matematis menggunakan acuan API MPMS Chapter 19.2 dan API Bulletin 2523 untuk menghitung dua komponen utama evaporation loss, yaitu breathing loss dan working loss. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Tangki T-116 mengalami kehilangan sebesar 233,905 bbl/tahun, sedangkan Tangki T-110 sebesar 34,021 bbl/tahun. Kerugian finansial total akibat kehilangan ini mencapai lebih dari Rp275 juta per tahun. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk dan intensitas throughput memiliki pengaruh signifikan terhadap besarnya penguapan. Rekomendasi utama yang disarankan adalah pemasangan sistem pengendali emisi seperti Vapor Recovery Unit (VRU) untuk menekan kehilangan produk dan dampak lingkungan.