Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE ANALYSIS OF 4/3/2 ACTIVITY ON SPEAKING FLUENCY : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sulatifni, Nafi'ul; Anggraini, Dian; Hasyim, Umar Al-Faruq A.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44502

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan komunikasi yang esensial dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, profesional, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode 4/3/2 dalam meningkatkan kelancaran berbicara siswa, serta mengidentifikasi keterbatasan yang ada dalam studi-studi sebelumnya dan langkah-langkah untuk mengatasinya. Metode 4/3/2, yang melibatkan latihan berbicara terstruktur dengan durasi yang berbeda, diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan kelancaran berbicara siswa. Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis 13 artikel yang relevan dari database Google Scholar dan ERIC, yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 4/3/2 secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara siswa dibandingkan dengan teknik tradisional, meskipun terdapat tantangan dalam hal keterlibatan siswa dan akurasi. Keterbatasan yang diidentifikasi dalam artikel-artikel tersebut mencakup ukuran sampel yang kecil dan metodologi yang terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian ini merekomendasikan integrasi aplikasi SmallTalk2Me AI yang didasarkan pada teori konstruktivisme. Aplikasi ini menawarkan pembelajaran adaptif, umpan balik waktu nyata, dan dialog kontekstual yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperbaiki kelancaran serta akurasi berbicara. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang efektivitas metode 4/3/2 dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan proses pembelajaran bahasa.
Pembinaan Optimalisasi Limbah Air Beras dan Air Kelapa untuk Pupuk Organik di Kampung Terbanggi Mulya Sulatifni, Nafi'ul; Rahmad, Fajar; Wahyudi, Reza Nur; Rahman, Fhathur; Firmadani, Iin; Istiqomah, Nurya; Yunani, Mita; Hidayah, Ulfi Nur; Alimah, Dewi Hasanatul; Hasanah, Uswatun; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v2i2.66

Abstract

Penggunaan pupuk kimia (anorganik) telah menjadi metode utama dalam meningkatkan hasil pertanian, meskipun memiliki banyak dampak negatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini di Terbanggi Mulya, Bandar Mataram, mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dalam program ini, pendekatan yang digunakan adalah metode ABCD (Asset-Based Community Development), yakni metode pengembangan masyarakat berbasis pada aset lokal yang tersedia di wilayah tersebut. Pelaksanaan program melibatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah air cucian beras dan air kelapa. Pupuk ini memiliki berbagai manfaat, antara lain memperkuat batang tanaman, meningkatkan bobot hasil panen, mengurai bahan organik, mendorong pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi potensi limbah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat desa. Tim melakukan wawancara dengan Kepala Desa, beberapa warga, dan Ketua KWT Kartini, Ibu Eka Ravitri, untuk mendapatkan data terkait. Setelah itu, dilakukan proses pembuatan pupuk organik cair melalui eksperimen, diikuti dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Desa Terbanggi Mulya dalam memproduksi pupuk organik cair, khususnya dari limbah air cucian beras, yang diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus menekan biaya pembelian pupuk. Implikasi dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian petani dalam menyediakan pupuk ramah lingkungan, yang berdampak positif pada keberlanjutan pertanian dan pengurangan beban ekonomi. Sebagai rekomendasi, pemerintah desa diharapkan dapat terus mendukung pelatihan serupa dan menyediakan akses informasi yang lebih luas mengenai manfaat dan metode pembuatan pupuk organik.
Pembinaan Pengelolaan Limbah Keluarga Air Cucian Beras dan Air Kelapa pada Media Tanah untuk Tanaman Sayuran Hijau Bersama KWT Kartini Kampung Terbanggi Mulya Sulatifni, Nafi'ul; Rahmad, Fajar; Nur Wahyudi, Reza; Rahman, Fhathur; Firmadani, Iin; Istiqomah, Nurya; Yunani, Mita; Nur Hidayah, Ulfi; Hasanatul Alimah, Dewi; Hasanah, Uswatun; Ikhwanudin
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/vaaez032

Abstract

Walaupun penggunaan pupuk kimia (anorganik) memiliki sejumlah kelemahan, hingga saat ini penggunaan pupuk kimia (anorganik) masih menjadi metode utama dalam meningkatkan hasil pertanian. Untuk mengurangi jumlah penggunaan pupuk kimia, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini Terbanggi Mulya, Bandar Mataram, tentang manfaat penggunaan pupuk organik. Penulis menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) untuk dukungan masyarakat. Pendekatan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan masyarakat yang memanfaatkan aset lokal milik daerah. Pelatihan diberikan untuk memfasilitasi konversi sisa air cucian beras dan limbah air kelapa menjadi pupuk organik cair sebagai bagian dari inisiatif pengembangan masyarakat. Selain memperkuat batang dan menambah bobot tanaman serta menguraikan bahan organik, pupuk ini juga membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta mendorong pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kegiatan dimulai dengan menentukan desa mana yang paling banyak menghasilkan sampah; Dalam kesempatan ini kami mewawancarai kepala desa, sejumlah warga sekitar, dan Ibu Eka Ravitri, Ketua KWT Kartini. Kami kemudian melakukan percobaan pembuatan pupuk organik cair dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa. Upaya tersebut bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menurunkan biaya pembelian pupuk dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Terbanggi Mulya dalam memproduksi pupuk organik cair khususnya dari limbah air cucian beras.