Futsal merupakan salah satu cabang olahraga populer di Indonesia yang memiliki risiko cedera tinggi akibat intensitas permainan dan kontak fisik antar pemain. Penanganan cedera yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mendukung pemulihan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman pelatih futsal di Kota Bandung terkait cedera olahraga dan penanganan pertamanya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampling sebanyak 40 pelatih. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasi dengan reliabilitas tinggi (r = 0,78). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berbasis SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% pelatih memiliki tingkat pemahaman kategori "sangat baik" dan 43% dalam kategori "baik". Tidak ditemukan pelatih dengan tingkat pemahaman "cukup", "rendah", atau "sangat rendah". Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman meliputi pendidikan formal, pengalaman klinis, dan pelatihan khusus tentang cedera olahraga. Para pelatih secara umum telah mampu menerapkan metode penanganan cedera seperti protokol RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam situasi darurat. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dengan memperkuat pentingnya pendidikan dan pelatihan tentang cedera olahraga dalam mendukung kesehatan atlet dan meningkatkan performa tim. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan untuk pelatih dan sosialisasi program penanganan cedera oleh pemerintah. Dengan meningkatkan pemahaman pelatih, risiko cedera serius dapat diminimalkan, sehingga memberikan kontribusi positif pada prestasi olahraga futsal di Kota Bandung.