Fahrisa, Titing Reza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KEAMANAN SIBER PEMERINTAH INDIA DARI PERSPEKTIF KAUTILYA: SERANGAN SIBER MUMBAI 2020 Rossdiana, Renatha Ayu; Fahrisa, Titing Reza
Indonesian Journal of International Relations Vol 7 No 1 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v7i1.408

Abstract

Pada tahun 2020, India mengalami serangan siber di Mumbai yang berdampak pada berbagai sektor vital di Mumbai. Perang siber menjadi arena pertempuran baru yang semakin mengukuhkan kemampuan sebuah negara dalam penguasaan teknologi di satu sisi dan kapabilitas pertahanan negara dalam mengamankan negaranya di sisi lain. Di era globalisasi, kebutuhan terhadap cybersecurity semakin krusial terutama dalam kaitannya dengan keamanan nasional. Tulisan ini mengangkat rumusan masalah bagaimanakah strategi cybersecurity pemerintah India dalam perspektif Kautilya dengan mengambil contoh kasus serangan siber Mumbai tahun 2020. Dalam mengelaborasi tulisan ini, penulis menggunakan konsep strategi perang klasik Kautilya yang relevan diterapkan di era kontemporer dan di luar kondisi perang fisik. Kesimpulan tulisan ini yaitu Pemerintah India mengupayakan penguatan sumber daya siber, mengambil posisi defensif untuk menjaga hubungan baik dengan negara lain dan menerapkan diplomasi siber baik bilateral maupun multilateral sebagai strategi cybersecurity. Serangan siber Mumbai 2020 mempengaruhi keamanan nasional India dalam keamanan ekonomi, pertahanan negara dan hubungan luar negeri. Pertahanan siber yang lemah menyebabkan India menderita kerugian sosio ekonomi.
The role of social media in changing community social behaviour: Study case Wahhabi conflict in East Lombok Latifah, Latifah; Fahrisa, Titing Reza
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jsd.v18i2.2023.112-123

Abstract

Sentiment between religious groups (Wahhabis and non-Wahhabis) due to misuse of social media has sparked open conflict between these groups. This paper aims to explain the case of the burning of the mosque of the Wahhabi in As-Sunnah Foundation by the ‘Sunni Muslim' group in Aikmel, East Lombok, by looking at the contribution of digital media to changes in people's behavior patterns and the impact it has on human security especially community and individual security. The discussion focuses on answering the question: how the media contributes to changes in social behavior that's threats to human security in the case of the burning of the Wahhabi As-Sunnah group mosque in East Lombok. This study uses a qualitative-descriptive method with media strategies and human security as the analytical framework. Data collection was carried out using in-depth interviews, observation, focused group discussion, and literature review. This study shows that digitalization contributes to changes in people's behavior. Social media (Facebook and YouTube) are used to spread disinformation and hate speech between religious groups in East Lombok which trigger conflict. The open conflict became a threat to the security of the Wahhabi community and individuals in East Lombok.