Pada penyaluran energi Listrik di Gardu Induk terdapat sumber tenaga yaitu tegangan searah (DC) yang berupa baterai yang berperan sebagai suplai daya ke motor penggerak pada PMS (Disconecting Switch) dan PMT (Circuit Breaker), peralatan proteksi serta penerangan darurat. Tidak bekerjanya system suplai DC akan berdampak pada kemungkinan terjadinya kegagalan pada system proteksi di Gardu Induk saat terjadi gangguan. Sehingga Kapasitas dan Efesiensi dari baterai yang digunakan sangatlah penting agar dapat memperkirakan kemampuan baterai dalam mensuplai beban DC terus menerus. Untuk mengetahui kapasits baterasi dari perubahan tegangan per sel baterai saat proses pengosongan baterai (discharge) serta lama waktu pengosongan baterai (discharge). Sedangkan untuk mengetahui efesiensi baterai dari perbandingan antara kapasitas pengosongan baterai terhadap kapasitas baterai sebenernya. Sehingga akan diketahui kapasitansi dan efesiensi baterai pada Gardu Induk, berdasarkan Standar PLN pada SKDIR 05020 tentang Sistem ACDC bahwa Baterai yang baik adalah yang memiliki efisiensi baterai >80% dan baterai yang kurang baik memiliki efisiensi baterai <60%[1].