Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh servant leadership dan empowerment terhadap loyalitas anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung Timur. Fenomena menurunnya partisipasi aktif dan keterikatan psikologis sebagian anggota menunjukkan pentingnya strategi kepemimpinan dan pemberdayaan dalam meningkatkan loyalitas organisasi. HIPMI sebagai organisasi kewirausahaan berbasis komunitas memerlukan gaya kepemimpinan yang tidak hanya visioner tetapi juga melayani, serta sistem yang memberdayakan anggota secara bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik sensus terhadap seluruh anggota aktif HIPMI Lampung Timur sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert, yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh simultan dan parsial antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik servant leadership maupun empowerment berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas anggota HIPMI. Uji F menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan pengaruh simultan yang kuat. Uji t menunjukkan bahwa kedua variabel independen juga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota. Temuan ini menegaskan bahwa praktik kepemimpinan yang melayani dan sistem pemberdayaan yang baik mampu memperkuat rasa memiliki, partisipasi aktif, dan komitmen jangka panjang anggota terhadap organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian manajemen sumber daya manusia dan organisasi nirlaba kewirausahaan, serta menyarankan pentingnya pengembangan program pelatihan kepemimpinan dan pelibatan anggota dalam struktur pengambilan keputusan.