Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Inhalasi Uap Sederhana Minyak Kayu Putih Pada Bersihan Jalan Nafas Pasien Ispa Diah Amanda Putri; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1834

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan infeksi menular pada saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala yang timbul bervariasi, tergantung pada jenis agen infeksi, kondisi lingkungan, dan daya tahan tubuh penderita. Prevalensi ISPA di Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 51,4% dan data ISPA di Ngawi termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak dengan 32.793 kasus, sedangkan di Kecamatan Widodaren kasus ISPA tercatat dengan jumlah 1.307 kasus pada tahun 2024. Mendeskripsikan hasil perbandingan frekuensi nafas pada pasien ISPA sebelum dan sesudah dilakukan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih. Aplikasi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada 2 responden yaitu Ny.S (41) dan Sdr.R (15) dengan ISPA. Terdapat penurunan frekuensi nafas pada kedua responden setelah diberikan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih pada Ny. S dari frekuensi nafas 28x/mnt menjadi 23x/mnt dan Sdr.R dari frekuensi nafas 29x/mnt menjadi 24x/mnt. Penerapan terapi inhalasi uap sederhana minyak kayu putih dapat mengatasi bersihan jalan nafas pada kedua responden
Peran Nutrisi Dalam Proses Penyembuhan Luka Di Bangsal Kultura RS Universitas Sebelas Maret Eska Dwi Prajayanti; Santika Primaratri; Anggi Hapsari Putri; Dyah Fitri Esti Utami; Diah Amanda Putri; Dwi Mia Ardani; Charel Ardi Nugroho
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 11 (2024): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i11.568

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran nutrisi dalam proses penyembuhan luka di Bangsal Kultura RS Universitas Sebelas Maret. Masyarakat umumnya kurang memahami pentingnya nutrisi, termasuk protein, vitamin, dan mineral, dalam mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi risiko infeksi. Melalui pendidikan kesehatan, pasien dan keluarga diberikan pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi untuk penyembuhan luka. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang nutrisi yang baik untuk penyembuhan luka. Kesimpulannya, nutrisi yang tepat sangat berpengaruh pada proses penyembuhan luka, dan upaya edukasi tentang hal ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan efektivitasnya.