Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jejak Oligarki Dalam Pengelolaan Tambangan Emas: Studi Kasus PT Freeport Indonesia Di Papua Anggi Hawarnia; Yusmar Yusuf; Anggita Hikmatul Hiayah
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/5cs7c140

Abstract

Sejak beroperasi pada tahun 1967, PT Freeport telah menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, menghasilkan emas dan tembaga dari salah satu deposit terbesar di Grasberg. Meskipun perusahaan ini mengklaim memberikan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terdapat ketimpangan signifikan antara keuntungan yang diperoleh dan kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kepemilikan saham, perpanjangan izin operasi, dan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan mereka yang terancam oleh limbah tailing. Temuan menunjukkan bahwa oligarki berperan penting dalam menentukan kebijakan pertambangan yang sering kali mengabaikan kepentingan masyarakat lokal, sehingga menciptakan ketidakadilan sosial dan lingkungan di Papua
Mentality Approach dalam Implementasi Kebijakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyrakat Anggi Hawarnia; Zaili Rusli; Dadang Mashur
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kota Pekanbaru, khususnya pada penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), menggunakan pendekatan mentality approach Yulianto Kadji, 2016. Pendekatan ini menitikberatkan pada dimensi sikap, perilaku, dan tanggung jawab aparatur sebagai faktor penentu keberhasilan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif untuk memahami fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, implementasi kebijakan ketertiban umum di Kota Pekanbaru belum berjalan secara optimal. Pada aspek sikap, aparatur telah melaksanakan tugas secara rutin, namun belum sepenuhnya konsisten dan tegas dalam penegakan aturan. Pada aspek perilaku, terdapat variasi dalam penerapan nilai dan kode etik, sehingga penegakan kebijakan cenderung bersifat temporer dan tidak berkelanjutan. Sementara itu, pada aspek tanggung jawab, pelaksanaan tugas masih didominasi oleh pemenuhan kewajiban administratif dan belum sepenuhnya berorientasi pada hasil yang efektif. Faktor lain seperti rendahnya kesadaran masyarakat, dominasi kepentingan ekonomi PKL, serta perilaku konsumen yang masih mendukung aktivitas di area terlarang turut memengaruhi efektivitas kebijakan. Berdasarkan hasil penelitian diketahu bahwa, diperlukan penguatan mentalitas aparatur melalui pembinaan yang sistematis, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pendekatan kebijakan yang lebih persuasif, partisipatif, dan solutif, termasuk penyediaan lokasi alternatif bagi PKL. Dengan demikian, implementasi kebijakan ketertiban umum diharapkan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mampu menciptakan ketertiban yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kata kunci: Mentality Approach; Implementasi Kebijakan; Pedagang Kaki Lima Abstract This study aims to analyze the implementation of public order and community peace policies in the city of Pekanbaru, specifically regarding the management of street vendors, using Yulianto Kadji’s (2016) mentality approach. This approach emphasizes the dimensions of attitude, behavior, and responsibility of public officials as determining factors for policy success. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed inductively to understand the phenomena occurring in the field. The research results indicate that the implementation of public order policies in the city of Pekanbaru has not yet been optimal. In terms of attitude, officials have carried out their duties routinely, but have not been fully consistent and firm in enforcing regulations. In terms of behavior, there are variations in the application of values and codes of ethics, so that policy enforcement tends to be temporary and unsustainable. Meanwhile, in terms of responsibility, the execution of duties is still dominated by the fulfillment of administrative obligations and is not yet fully oriented toward effective results. Other factors, such as low public awareness, the dominance of street vendors’ economic interests, and consumer behavior that continues to support activities in restricted areas, also affect the effectiveness of the policy. Based on the research findings, it is evident that strengthening the mindset of public officials through systematic training, enhancing institutional capacity, and adopting a more persuasive, participatory, and solution-oriented policy approach including the provision of alternative locations for street vendors is necessary. Thus, the implementation of public order policies is expected not only to be repressive but also to foster sustainable and equitable order. Keywords: Mentality Approach; Policy Implementation; Street Vendors